![]() |
| Foto: Delegasi Tani Merdeka di malam penutupan DIKLAT TMI Angkatan IV Aceh–Sumatera Utara yang berlangsung selama tiga hari dua malam di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara. |
MEDAN – Delegasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bireuen berkomitmen untuk memperkuat pemberdayaan petani setelah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) TMI Angkatan IV Regional Aceh–Sumatera Utara yang berlangsung selama tiga hari dua malam di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara.
Melalui semangat baru yang dibangun selama pelatihan, kader TMI Bireuen optimistis dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam sambutannya menegaskan bahwa profesi petani harus ditempatkan sebagai profesi yang mulia dan memiliki peran strategis bagi keberlangsungan bangsa.
"Petani sering kali dianggap sebagai profesi yang rendah, padahal profesi petani adalah profesi yang sangat mulia," tegas Don Muzakir.
Menurutnya, sudah saatnya petani memperoleh penghargaan yang layak karena menjadi ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Ia juga mengajak seluruh kader TMI untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak petani di berbagai daerah.
Wakil Ketua DPD TMI Bireuen, Muhammad Ali, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam menjalankan organisasi dan mendampingi petani di Kabupaten Bireuen.
"DIKLAT ini membentuk kami menjadi lebih disiplin, lebih siap menghadapi tantangan sektor pertanian, serta semakin memahami pentingnya kerja sama dalam membangun organisasi dan memberdayakan petani," ujarnya.
Sementara itu, delegasi Muhammad Fadhil menilai DIKLAT merupakan bukti nyata keseriusan Tani Merdeka Indonesia dalam mencetak kader-kader yang mampu memperjuangkan kepentingan petani secara berkelanjutan.
Menurut Fadhil, proses kaderisasi menjadi langkah penting untuk melahirkan pemimpin muda yang memahami persoalan riil di sektor pertanian sekaligus mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat tani.
Hal senada disampaikan delegasi Wan Adriansyah Kurniawan. Ia menyebut seluruh materi yang diberikan selama pelatihan semakin menguatkan keyakinannya bahwa kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani.
"Kami meyakini bahwa kemakmuran negara akan terwujud apabila kaum tani hidup sejahtera. Pertanian harus menjadi fondasi pembangunan ekonomi bangsa," katanya.
Usai mengikuti DIKLAT Angkatan IV Regional Aceh–Sumatera Utara, DPD TMI Bireuen berkomitmen mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui berbagai program pemberdayaan petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan organisasi di tingkat daerah.
Kegiatan yang berakhir pada Selasa (28/7/2026) itu menjadi ajang pembinaan kepemimpinan, penguatan disiplin, serta peningkatan kapasitas kader dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.





.jpg)



Social Header