![]() |
| Dosen Umuslim pasang PLTS Hibrid di Dusun Bivak, Bireuen |
Seperti diketahui sejak terjadinya bencana hidrometeorologi melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025, Dusun Bivak desa Krueng simpo merupakan salah satu desa yang mengalami dampak parah akibat bencana tersebut.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Almuslim diketuai Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, dengan anggota tim Dr. Imam Muslem R., M.Kom, Dr. Muhammad Yanis, MT, serta didampingi Khairunnisak, M.Pd bersama tim relawan Meutuah Project, melakukan program pengabdian masyarakat dengan
memasang paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid di Dusun Bivak Krueng Simpo kecamatan Juli.
Menurut Halus Satriawan inisiatif melakukan pengabdian di desa tersebut setelah melihat kondisi
masyarakat pasca banjir, mereka sangat terisolir dan pada malam hari sangat mencekam, cerita Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.
Kami bergerak dengan berkerjasama dengan relawan Meutuah Project dan melihat secara langsung kondisi masyarakat pasca banjir.
Sudah lebih sebulan mereka terisolir tidak ada aliran arus listrik, untuk aktivitas penerangan malam hari mereka hanya mengandalkan genset dengan kapasitas kecil, tetapi sering terhalang terbatasnya bahan bakar, sehingga membuat pasokan listrik sering terhenti dan tidak dapat digunakan secara berkelanjutan, jelas Halus Satriawan didampingi anggota tim lainnya.
"Itulah kami tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Almuslim yang didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, didanai program melalui skema pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana," jelas Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.
Menurutnya paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid ini, untuk memberi solusi sebagai alat penerangan untuk malam hari, ujar Halus Satriawan, selaku tim program pengabdian masyarakat Universitas Almuslim program tanggap darurat bencana pasca banjir.
Menurut Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, didampingi Dr. Imam Muslem R., M.Kom, sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid, merupakan satu sistim yang menggabungkan panel surya dengan sumber energi lain seperti baterai, atau generator (genset), hal ini untuk menciptakan pasokan listrik yang lebih stabil, andal, dan efisien dengan memanfaatkan energi surya di siang hari.
Sedangkan tim Meutuah Project sendiri merupakan relawan pertama yang turun ke dusun Bivak sejak musibah banjir terjadi, jadi kami bekerjasama dengan relawan Meutuah Project dan masyarakat dalam membangun fasilitas penerangan ini, jelas Dr. Imam Muslem R.,M.Kom lagi.
Menurut Imam Muslem, proses pemasangan paket PLTS hibrid dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat.
"Alhamdulillah pada Rabu (10/1/2026) masyarakat sudah bisa menikmati penerangan dengan sistem PLTS tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan sistim PLTS untuk keperluan kebutuhan dasar masyarakat, seperti penerangan dan aktivitas sosial warga lainnya," tambah Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.
Usai uji coba, perangkat desa mengetes beberapa lampu dan suara mic meunasah hasil sambungan aliran listrik dari PLTS, kemudian dilanjutkan serah terima perangkat dan pemeliharaan kepada kepala desa Krueng Simpo didampinggi kepala dusun dan perangkat dusun Bivak.
“Kami sangat terbantu dengan adanya PLTS ini. Selama ini kami bergantung pada genset dan bahan bakar yang sulit diperoleh. Dengan adanya energi surya, warga kini bisa menikmati listrik secara lebih stabil dan berkelanjutan,” ujar kepala dusun Bivak.
Ketua tim pengabdian masyarakat Umuslim Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, didampingi Dr. Imam Muslem R., M.Kom menyampaikan bahwa, program pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana pasca banjir ini turut didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, paparnya
Kami sivitas akademika Universitas Almuslim merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat pascabencana dan berupaya menghadirkan solusi cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang akses infrastrukturnya masih terbatas, ujar Halus Satriawan.
Dengan terpasangnya PLTS hibrid tersebut, warga Dusun Bivak kini mulai menikmati kembali akses listrik berbasis energi bersih dan terbarukan. Kehadiran teknologi ini diharapkan tidak hanya mendukung pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi langkah awal menuju kemandirian energi masyarakat desa. (Rel)







Social Header