Lantik MPA, Bupati Mukhlis Tekankan Kolaborasi untuk Majukan Pendidikan Bireuen

Prosesi pelantikan Majelis Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen (1/10) di Oproom Puspemkab Bireuen.
BIREUEN – Bupati Bireuen H. Mukhlis ST menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pendidikan, membangun karakter generasi muda, serta memperluas akses pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Pesan tersebut disampaikan Mukhlis saat melantik anggota Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 pada Kamis (1/10/2026).

Menurut Mukhlis, pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian kepengurusan, melainkan amanah strategis untuk turut menentukan arah dan masa depan pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Ia mengingatkan bahwa Bireuen memiliki sejarah panjang dalam tradisi pendidikan, keislaman, dan pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada angka, gedung, dan sarana prasarana, tetapi juga harus menyentuh pembentukan karakter, akhlak, kualitas guru, serta kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Mukhlis berharap MPA Bireuen dapat menjalankan perannya secara objektif, konstruktif, dan visioner, terutama dalam memberikan pertimbangan, masukan, serta rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, MPA, sekolah, dayah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan serta memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama meliputi peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan, penanganan anak putus sekolah, penguatan pendidikan karakter dan Al-Qur’an, peningkatan kualitas pendidik, serta tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

“Kita tidak ingin hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademik. Kita berkeinginan melahirkan generasi Bireuen yang cerdas, berkarakter, berakhlak, mandiri, memiliki daya saing, serta tetap menjaga jati diri ke-Aceh-an dan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Kepada anggota MPA yang baru dilantik, Mukhlis berpesan agar menjadikan jabatan sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar posisi. Perbedaan pandangan, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan solusi terbaik bagi kemajuan pendidikan.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bireuen terbuka terhadap kritik, masukan, dan rekomendasi konstruktif, termasuk dari MPA sebagai mitra strategis pemerintah.

Susunan Pengurus MPA Kabupaten Bireuen 2026–2031

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Dr. Diana, M.A. dipercaya sebagai Ketua Majelis Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen. Ia didampingi Dr. Dhiauddin sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dasar, Menengah, Dayah, Luar Biasa, Kurikulum, Evaluasi dan Supervisi Pendidikan, serta M. Usdami, S.E., M.M. sebagai Wakil Ketua Bidang Penelitian, Penjaminan Mutu dan Pendidikan Luar Sekolah.

Pada tingkat komisi, Salman, S.T. menjabat Ketua Komisi Pendidikan Dasar, Menengah, Dayah dan Luar Biasa, dengan anggota Syafruddin Daud, S.Pd.

Ketua Komisi Kurikulum, Evaluasi dan Supervisi dipercayakan kepada Hanafiah, S.Pd., M.AP., didampingi Ibrahim Harun, S.Pd. sebagai anggota.

Sementara itu, Saiful Ma’ali, S.T. menjabat Ketua Komisi Penelitian dan Penjaminan Mutu, dengan Yusri, S.Sos., M.Si. sebagai anggota.

Adapun Ketua Komisi Pendidikan Luar Sekolah dijabat Syafie M. Isa, S.Pd., didampingi Abdul Manaf Isda, S.Ag. sebagai anggota.

Mukhlis optimistis, sinergi antara pemerintah daerah, MPA, dan seluruh pemangku kepentingan akan mampu mendorong terwujudnya sistem pendidikan Bireuen yang semakin berkualitas.

“Masa depan Bireuen sesungguhnya sedang kita siapkan melalui pendidikan hari ini,” pungkasnya.

Cari Blog Ini

© Copyright 2022 - LENTERA NASIONAL