![]() |
| BULOG Aceh Gelar Gerakan Pangan Murah di Pidie Jaya (6/10). |
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah pemulihan ekonomi pascabencana.
Kepala Dinas Pangan Aceh, Drs. Surya Rahendra, mengatakan GPM menyediakan sejumlah bahan pangan berkualitas dengan harga lebih rendah karena mendapat subsidi pemerintah.
“Yang kita jual hari ini berupa gula, minyak goreng, beras, telur. Itu semua kita subsidi,” kata Surya.
Komoditas yang disediakan meliputi 5.000 kilogram beras premium dengan subsidi Rp6.000 per kilogram, 2.000 liter minyak goreng dengan subsidi Rp6.000 per liter, 2.000 kilogram gula pasir dengan subsidi Rp6.000 per kilogram, serta 1.000 papan telur ayam ras dengan subsidi Rp12.000 per papan.
Secara keseluruhan, GPM menyediakan 1.000 paket pangan bagi masyarakat.
Surya mengatakan program serupa akan dilaksanakan di sejumlah daerah lain di Aceh, termasuk Pidie Jaya, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tamiang dan Aceh Tengah. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., melalui Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, menyebut GPM sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat,” kata Munawar saat membacakan sambutan Bupati Sibral.
Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang mendapat pelaksanaan GPM dari 23 kabupaten/kota di Aceh, bersama Banda Aceh dan Aceh Besar.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih menjalani pemulihan pascabencana, program tersebut diharapkan tidak hanya menekan harga pangan, tetapi juga mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat memanfaatkan program pangan murah tersebut secara optimal serta mendukung kelancaran distribusi dan ketahanan pangan daerah.
“Semoga kegiatan Gerakan Pangan Murah hari ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” demikian pesan Bupati Sibral.
GPM di Bandar Dua menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari beras, minyak, gula hingga telur, tetap terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat,” kata Munawar saat membacakan sambutan Bupati Sibral.
Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut dari 23 kabupaten/kota di Aceh, bersama Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
Bagi pemerintah daerah, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kerja sama dalam menjaga ketahanan pangan.
Bukan Sekadar Murah, Tapi Menjaga Dapur Warga
GPM di Bandar Dua digelar ketika masyarakat Pidie Jaya masih berada dalam fase pemulihan pascabencana. Karena itu, subsidi pangan dinilai memiliki arti lebih dari sekadar potongan harga.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan kebutuhan pangan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat.
Pemkab Pidie Jaya juga mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya serta bersama-sama menjaga ketahanan pangan dan kelancaran distribusi.
“Semoga kegiatan Gerakan Pangan Murah hari ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” demikian pesan Bupati Sibral.
Di tengah pemulihan pascabencana, pemerintah tidak hanya membangun kembali yang rusak. Dari beras, minyak, gula hingga telur, harga kebutuhan dapur warga pun ikut ditekan.
.jpg)



Social Header