Tokoh ABAS Meurah Ali Ingatkan Rektor UTU: Utamakan SDM dari Dalam, Jangan Diimpor dari Luar

Meurah Ali, Tokoh masyarakat ABAS.

MEULABOH - Tokoh masyarakat sekaligus Mantan Anggota DPRK Aceh Barat dan Sekum KP3 ABAS, Meurah Ali, menyampaikan peringatan tegas kepada Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. Meurah Ali mengingatkan agar Rektor UTU menempatkan jajaran pimpinan kampus lebih menghargai SDM yang sudah ada dari dalam lingkungan UTU sendiri guna menekan efisiensi anggaran. Pernyataan ini muncul menyusul kondisi di lingkungan UTU yang dinilai semakin kurang kondusif pasca sejumlah kebijakan Rektor yang menggeser pejabat dari dalam dan menggantinya dengan SDM dari luar kampus.

SDM dari Dalam Sudah Mumpuni, Tidak Perlu "Diimpor" dari Luar
 
Meurah Ali menegaskan, UTU sudah saatnya mengutamakan SDM yang berasal dari lingkungan UTU sendiri untuk menduduki jabatan-jabatan pimpinan seperti Wakil Rektor, Dekan, hingga Kepala Lembaga. Hal itu dikarenakan SDM dari dalam UTU dinilai sudah mencukupi jumlahnya dan mumpuni kualitasnya.
 
"Tidak perlu lagi mengimpor SDM dari luar UTU untuk menduduki jabatan-jabatan pimpinan. Hal itu justru akan membebani biaya operasional kampus yang sebenarnya tidak perlu dikeluarkan. Biaya-biaya yang bersifat konsumtif tersebut jauh lebih baik dialihkan untuk pembangunan fasilitas belajar serta peningkatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UTU."

Jangan Mengganti Pimpinan Sebelum Habis Masa Jabatan
 
Kepada Rektor UTU, Meurah Ali juga meminta agar tidak bersikap arogan dalam mengambil kebijakan, terutama yang berkaitan dengan pergantian pejabat pimpinan yang belum habis masa jabatannya. Pergantian pimpinan yang dilakukan sebelum waktunya dinilai menimbulkan kegaduhan dan ketidakstabilan di lingkungan kampus.
 
"Rektor harus bersikap dewasa dalam penentuan, penempatan, dan pergeseran SDM di lingkungan UTU. Jangan didasarkan pada perasaan emosional serta dasar suka dan tidak suka semata. Jangan mengacak-acak kondisi UTU yang selama ini sudah berjalan dengan baik menuju perguruan tinggi yang bermutu."

Jangan Turunkan Prestasi yang Sudah Dicapai
 
Meurah Ali juga mengingatkan agar Rektor UTU tidak menurunkan mutu dan pencapaian yang telah diraih oleh periode Rektor sebelumnya. Ia menilai Rektor sebelumnya telah bekerja dengan baik dan UTU sedang menuju arah yang benar.
 
"Fokuskan pekerjaan sesuai dengan regulasi dan etika organisasi. Selesaikan hal-hal yang belum tuntas dari periode sebelumnya. Jangan sampai prestasi dan kondusivitas yang sudah terbangun dengan baik justru menurun. Kami baru sebentar memantau, namun sudah tercipta kegaduhan di lingkungan UTU. Jika terus bekerja tidak secara profesional, dikhawatirkan kinerja UTU yang sudah sangat baik bisa merosot tajam."

Rektor Diminta Berdomisili di Meulaboh, Jangan Bolak-Balik Banda Aceh
 
Poin yang tak kalah penting, Meurah Ali juga meminta agar Rektor UTU wajib berdomisili di Meulaboh, tempat kampus UTU berada. Kebiasaan Rektor yang sering bolak-balik antara Banda Aceh dan Meulaboh dinilai menghabiskan biaya perjalanan yang tidak sedikit, sekaligus menyebabkan pimpinan puncak tidak berada di tempat saat diperlukan.
 
"Rektor UTU wajib berdomisili di Meulaboh. Jangan sering bolak-balik Banda Aceh–Meulaboh yang menghabiskan biaya perjalanan sangat besar. Sebab apabila ada sesuatu yang mendesak terjadi di kampus, Rektor tidak berada di tempat untuk mengambil keputusan."

Jangan Mudah Dikendalikan Pihak Lain
 
Di akhir pernyataannya, Meurah Ali kembali menegaskan agar Rektor UTU tidak mudah dipengaruhi atau dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu dalam penempatan dan pergeseran SDM di lingkungan kampus. Segala kebijakan harus didasarkan pada aturan, kinerja, dan kepentingan kemajuan UTU — bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. (Rel)

Cari Blog Ini

© Copyright 2022 - LENTERA NASIONAL