![]() |
| Ketua DPD PAN Bireuen, Iswahyudi bersama jajaran di sela FGD dengan Presma & BEM Se-kabupaten Bireuen (30/6). |
BIREUEN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat.
![]() |
| Presma dan BEM dari sejumlah perguruan tinggi di Bireuen mengikuti FGD bersama DPD PAN Bireuen (30/6). |
FGD yang berlangsung di JK Coffee itu mengusung tema "Membangun Sinergi Mahasiswa dan Pemuda untuk Mewujudkan Bireuen yang Maju, Demokratis, dan Berkeadilan".
Ketua DPD PAN Bireuen mengatakan mahasiswa dan pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.
"Bireuen memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dan pemuda sangat penting dalam mengawal pembangunan daerah," kata Iswahyudi.
Bos Yudi menegaskan, PAN Bireuen membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan aspirasi masyarakat.
"Kami ingin PAN menjadi penyambung suara masyarakat, termasuk warga di pelosok, agar aspirasi mereka dapat didengar pemerintah daerah maupun pusat," imbuhnya.
Iswahyudi yang juga menjabat Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh menambahkan, pihaknya akan melibatkan mahasiswa dalam berbagai program kepemudaan, mulai dari kajian kebijakan publik, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial hingga pengembangan olahraga.
Tampak hadir pula sejumlah pengurus inti PAN Bireuen, di antaranya Bendahara Suriya Yunus, Ketua Bidang Bapilu Agusni, Ketua Bidang Pengkaderan Teuku Muhammad Mubaraq, serta Ketua Barisan Muda PAN Rayzhi Maulizar.
Sementara itu, Koordinator Presma dan BEM se-Kabupaten Bireuen, Muttaqin, S.Kom, berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi mampu melahirkan program nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Karenanya dia berharap FGD tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, dan PAN Bireuen dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Di sisi lain, Reza Syahputra, perwakilan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) sekaligus Sekretaris Jenderal IMORI Aceh, menyoroti minimnya perhatian terhadap potensi generasi muda di Bireuen.
"Masih banyak talenta muda yang belum mendapat ruang dan wadah pengembangan yang memadai. Potensi ini harus mendapat perhatian serius agar tidak terabaikan," tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Presma dan BEM se-Kabupaten Bireuen, Muttaqin, S.Kom, berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi mampu melahirkan program nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Karenanya dia berharap FGD tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, dan PAN Bireuen dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Di sisi lain, Reza Syahputra, perwakilan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) sekaligus Sekretaris Jenderal IMORI Aceh, menyoroti minimnya perhatian terhadap potensi generasi muda di Bireuen.
"Masih banyak talenta muda yang belum mendapat ruang dan wadah pengembangan yang memadai. Potensi ini harus mendapat perhatian serius agar tidak terabaikan," tegasnya.





.jpg)



Social Header