Bupati Pidie Jaya Tegaskan Penyaluran JADUP Korban Banjir Bukti Nyata Kehadiran Negara

PIDIE JAYA - Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Jaminan Hidup (JADUP) kepada korban banjir merupakan bukti konkret kehadiran pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyaluran bantuan secara simbolis kepada 15.377 jiwa atau 4.325 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, yang berlangsung di Aula Cot Trieng I, Lantai III, Jumat (3/4/2026).

Menurut Sibral, bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia itu tidak sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata tanggung jawab negara kepada masyarakat terdampak.

"Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat melalui Pos Indonesia, bukan melalui pemerintah daerah, sehingga lebih tepat sasaran dan meminimalisir potensi kesalahan distribusi," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menjalankan berbagai tahapan mulai dari administrasi, verifikasi, hingga validasi data penerima guna memastikan bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar berhak.

Dalam proses penyaluran, pemerintah turut melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin transparansi sekaligus mencegah potensi penyimpangan.

Sibral juga memastikan bahwa penerima bantuan yang sedang berada di luar daerah atau dalam kondisi sakit tetap mendapatkan haknya melalui mekanisme pengantaran langsung ke rumah.

Terkait adanya anggapan keterlambatan dalam penyaluran data tambahan, Sibral menegaskan bahwa hal tersebut bukan karena lambannya kinerja pemerintah, melainkan bagian dari kehati-hatian dalam proses verifikasi faktual (verval).

"Saat ini masih terdapat sekitar 856 KK tambahan yang sedang dalam proses pelaporan ke pemerintah pusat untuk tahap berikutnya. Kami memastikan seluruh data benar-benar valid agar bantuan tepat sasaran," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak pernah berhenti bekerja dalam menangani dampak bencana. Selain penyaluran JADUP, berbagai upaya lain juga terus dilakukan, mulai dari penyediaan hunian sementara, santunan korban, hingga program pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Sibral Malasyi menilai bahwa berbagai tudingan yang menyebut pemerintah tidak bekerja telah terbantahkan oleh fakta di lapangan.

"Bantuan hadir, proses berjalan, dan masyarakat menerima haknya secara langsung. Itu yang paling penting," pungkasnya.

(Sumber: Prokopim Pemkab Pidie Jaya).

Cari Blog Ini

© Copyright 2022 - LENTERA NASIONAL