Kacabdin Bireuen Bukber di Rumah Siswa Yatim SMAN 1 Pandrah, Dorong Akses Beasiswa dan KIP Kuliah

KCD Bireuen Bukber di Rumah Siswa Yatim SMAN 1 Pandrah (25/2).
BIREUEN - Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., memilih cara yang tak biasa untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan.

Abdul Hamid berbuka puasa di rumah dua siswa yatim, Muhammad Asri (kelas XII) dan Riska (kelas X), pelajar SMAN 1 Pandrah, di Desa Lancok Ulim, Kecamatan Pandrah, Rabu (25/06/2026).

Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Di tengah isu kesenjangan akses pendidikan di daerah, kunjungan tersebut menjadi simbol dorongan moral sekaligus pengingat bahwa negara hadir untuk siswa kurang mampu.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Kepala SMAN 1 Pandrah Nazaruddin, S.Pd., M.M., bersama sejumlah guru. Suasana berlangsung sederhana dan hangat, namun sarat pesan tentang harapan dan masa depan.
 
Pendidikan sebagai Jalan Keluar dari Keterbatasan Ekonomi

Abdul Hamid menegaskan, kunjungannya bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi untuk memastikan siswa dari keluarga prasejahtera tidak kehilangan asa dalam menempuh pendidikan.

"Kami datang bukan sekadar berbuka puasa, tetapi menyampaikan bahwa pendidikan adalah harapan terbesar bagi masa depan. Kondisi ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi," ujar Abdul Hamid.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai peluang bantuan pendidikan, termasuk program pemerintah seperti KIP Kuliah yang dirancang untuk membantu lulusan SMA melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Secara khusus, Abdul Hamid mendorong Muhammad Asri yang kini duduk di kelas XII agar tidak berhenti di jenjang sekolah menengah.

"Asri memiliki semangat belajar yang luar biasa. Kami berharap ia melanjutkan ke perguruan tinggi. Soal pembiayaan, akan kami upayakan melalui KIP Kuliah atau skema bantuan lain yang tersedia," tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Bireuen.

Kepala SMAN 1 Pandrah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

"Kami mendorong siswa untuk tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga membangun karakter—kejujuran, disiplin, dan kerja keras. Itu fondasi penting dalam kehidupan," katanya.

Menurut Nazaruddin, semangat belajar Asri dan Riska menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang utama jika ada tekad dan dukungan lingkungan.

Ia juga memastikan pihak sekolah akan terus memberikan pendampingan, termasuk dalam proses pendaftaran perguruan tinggi dan pengajuan beasiswa.

Di Kabupaten Bireuen, tantangan pemerataan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah. Faktor ekonomi kerap menjadi penyebab utama siswa tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Kunjungan KCD Bireuen ini menjadi refleksi bahwa intervensi moral dan dukungan konkret harus berjalan beriringan. Dorongan motivasi perlu diikuti dengan kebijakan yang memastikan akses beasiswa tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ramadan kali ini, bagi Asri dan Riska, bukan hanya tentang menahan lapar hingga senja. Ia menjadi momentum penguatan harapan bahwa pendidikan tetap terbuka bagi siapa saja yang bersedia berjuang.

Dan di sebuah rumah sederhana di Pandrah, pesan itu disampaikan dengan cara paling mendasar yakni, hadir, mendengar, dan memberi keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan.

Cari Blog Ini

© Copyright 2022 - LENTERA NASIONAL