![]() |
| Razali, terpilih kembali sebagai Keusyik Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. |
Razali, yang kembali mencalonkan diri setelah enam tahun memimpin, meraih 346 suara, jauh meninggalkan pesaingnya, Zulfa, yang hanya memperoleh 37 suara, sementara suara tidak sah tercatat sebanyak 2.
Kemenangan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah penegasan dari masyarakat bahwa kepemimpinan Razali masih dianggap paling solid, paling nyata, dan paling menyentuh kebutuhan warga.
Razali bukan nama asing dalam peta kepemimpinan lokal.
Selain Keusyik Kubu, Ia juga menjabat sebagai Ketua APDESI serta BKAD Kecamatan Siblah Kreung, dan turut duduk sebagai pengurus teras APDESI Kabupaten Bireuen. Jejak langkah ini menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak hanya berhenti di batas gampong.
Masyarakat menyebutnya “petarung ulung”, bukan tanpa alasan. Selama enam tahun memimpin, Razali dikenal tidak pernah ragu menghadapi konflik, mengatasi persoalan, dan memastikan program-program gampong berjalan tanpa tersendat.
Warga Blang Kubu tidak lupa bagaimana selama masa kepemimpinannya, gampong mereka makin banyak dikenal baik karena tata kelola, kekompakan aparatur, maupun geliat pembangunan yang dinilai lebih terarah.
Warga Blang Kubu tidak lupa bagaimana selama masa kepemimpinannya, gampong mereka makin banyak dikenal baik karena tata kelola, kekompakan aparatur, maupun geliat pembangunan yang dinilai lebih terarah.
"Nama Kubu makin besar karena pengaruh ketokohan pak Keusyik. Banyak yang dulu tak tahu sekarang bertanya, ‘dimana itu Blang Kubu?," ujar salah satu tokoh masyarakat.
Tidak sedikit warga yang menyebut seandainya undang-undang mengizinkan, Razali layak memimpin seumur hidup.
Kemenangan telak ini adalah sinyal keras bahwa masyarakat tidak butuh pemimpin coba-coba. Mereka menginginkan kontinuitas, stabilitas, dan ketegasan.
Pemilih tidak sekadar memilih kandidat, tetapi memilih karakter: seseorang yang sudah terbukti bekerja, bukan yang hanya datang dengan janji.
Razali adalah penentu irama gampong dan masyarakat memastikan tongkat komando itu tetap berada di tangannya dan melanjutkan kerja nyata, memperkuat lembaga gampong, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan secara telak dan meyakinkan. (BHR)











Social Header