Kuliah Umum di Unpri Medan, Kapolda Aceh Angkat tema "Local Wisdom dalam Merawat Kamtibmas dan Penegakan Hukum"

Medan — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memberikan kuliah umum di Unpri Medan pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan tema “Local Wisdom dalam Merawat Kamtibmas dan Penegakan Hukum”, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan civitas akademika.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menekankan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Menurutnya, nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta norma yang hidup di tengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang mampu memperkuat stabilitas keamanan apabila dikelola dengan baik.

“Kearifan lokal merupakan bagian penting dalam menjaga kamtibmas. Pendekatan budaya dan nilai-nilai masyarakat dapat menjadi jembatan dalam menciptakan keamanan yang lebih humanis dan berkeadilan,” ujar Kapolda Aceh di hadapan para mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya dilakukan melalui pendekatan formal semata, tetapi juga perlu didukung oleh pendekatan sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Kapolda Aceh juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga persatuan, toleransi, serta stabilitas sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, saya berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta ikut berkontribusi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Kapolda Aceh juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam merawat keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat, akademisi, dan aparat penegak hukum dapat bersinergi dengan baik, maka stabilitas keamanan akan lebih mudah tercipta,” jelasnya.

Kuliah umum berlangsung dengan penuh antusias. Para mahasiswa aktif mengikuti jalannya diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan kearifan lokal dalam penyelesaian konflik sosial dan penegakan hukum.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Cari Blog Ini

© Copyright 2022 - LENTERA NASIONAL