Subulussalam – Kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam di bawah komando Rasumin menuai kritik keras dari kalangan pemuda. Sorotan tajam datang dari Bendahara PC SAPMA Pemuda Pancasila, Mulyadi Sagala, yang menilai KNPI mulai kehilangan arah dan peran strategisnya sebagai organisasi payung kepemudaan.
Menurut Mulyadi, KNPI seharusnya tampil sebagai garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi generasi muda, bukan justru terjebak dalam agenda seremonial dan rutinitas struktural yang miskin substansi. Ia menyebut, di tengah berbagai persoalan publik yang berkembang di Kota Subulussalam, suara KNPI nyaris tak terdengar.
"Organisasi sebesar KNPI tidak boleh hanya sibuk pada kegiatan formalitas tanpa sikap yang jelas terhadap isu-isu krusial daerah. Jika terus seperti ini, KNPI hanya akan menjadi simbol tanpa pengaruh," tegas Mulyadi.
Ia menekankan bahwa organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral sebagai kontrol sosial dan penjaga nilai-nilai idealisme. Ketika fungsi kritis itu melemah, maka legitimasi organisasi di mata publik ikut tergerus. Dalam beberapa momentum penting terkait kebijakan daerah, KNPI dinilai belum menunjukkan keberanian bersikap secara argumentatif dan terbuka.
Lebih jauh, Mulyadi mengingatkan agar KNPI menjaga jarak kritis terhadap kekuasaan. Sikap independen, menurutnya, bukan berarti bermusuhan dengan pemerintah, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat dan generasi muda.
"Kalau terlalu akomodatif dan kehilangan daya kritis, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra organisasi, tetapi juga integritas moralnya," tambahnya.
Kritik ini menjadi ujian serius bagi kepemimpinan Rasumin. Publik kini mempertanyakan, apakah KNPI akan melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka ruang partisipasi lintas OKP, atau justru memilih diam dan membiarkan kepercayaan publik semakin menurun.
Dalam dinamika politik lokal, organisasi kepemudaan memang kerap berada di persimpangan antara idealisme dan kedekatan struktural. Namun sejarah menunjukkan, hanya organisasi yang konsisten menjaga nilai, keberanian, dan integritas yang mampu bertahan dan dihormati.
Kini, kalangan pemuda Kota Subulussalam menunggu langkah konkret dari KNPI. Sebab relevansi sebuah organisasi bukan diukur dari besar kecilnya struktur, melainkan dari keberanian bersuara ketika kepentingan masyarakat dipertaruhkan. (SPD)








Social Header