Daurah Ramadhan SANAQ 3, 200 Pelajar Ikuti Intensifikasi Alquran di Bireuen

Panitia dan peserta berfoto bersama Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi MT di sela pembuka kegiatan SANAQ 3 (21/2).
BIREUEN - Komitmen membangun generasi Qurani kembali digaungkan di Kabupaten Bireuen. Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, secara resmi membuka Daurah Ramadhan Program SANAQ 3 (Selamatkan Anak Aceh dengan Alquran) di Aula Sekdakab Lama, Sabtu (21/2/2026).

Program yang digagas lembaga pendidikan Alquran SANAQ tersebut akan berlangsung hingga 14 Maret 2026 dan dipusatkan di Masjid Agung Bireuen, selama lebih dari tiga pekan bulan suci Ramadhan, peserta menjalani pembinaan intensif yang memadukan penguatan hafalan, perbaikan bacaan, serta pembentukan karakter Islami.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 pelajar dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pimpinan SANAQ, Qamar Syafawi, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa Daurah Ramadhan SANAQ 3 tidak semata berorientasi pada kuantitas hafalan Alquran. Program ini dirancang untuk membangun fondasi akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda Aceh sejak usia dini.

"Ini bukan hanya soal hafalan. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akhlak yang kuat, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial," ujarnya.

Materi pembinaan meliputi tahfiz (menghafal Alquran), tahsin (perbaikan bacaan), pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris, pendidikan akhlak, serta kegiatan kreatif seperti mewarnai untuk peserta TK. Pendekatan berjenjang diterapkan agar metode pembelajaran sesuai dengan usia dan kemampuan peserta.

Secara konseptual, model pembinaan seperti ini menjadi penting di tengah tantangan sosial yang kian kompleks. Ramadhan dimanfaatkan sebagai momentum spiritual untuk memperkuat kontrol diri dan pembiasaan ibadah dalam suasana yang lebih kondusif.

Dalam sambutannya, Razuardi menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi SANAQ menghadirkan program pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Bireuen.

Menurutnya, kegiatan seperti Daurah Ramadhan SANAQ 3 selaras dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak dan berdaya saing.

"Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan pembinaan seperti ini karena sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral," tegasnya.

Ia menambahkan, pembinaan berbasis Alquran yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur selama Ramadhan berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter anak.

Namun demikian, tantangan keberlanjutan program pasca-Ramadhan menjadi catatan penting. Konsistensi pendampingan, keterlibatan orang tua, serta dukungan ekosistem pendidikan dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang.

Cari Blog Ini

© Copyright 2022 - LENTERA NASIONAL