Taufiq Ridha Golkar Redam Kegaduhan di Gudang Logistik BPBD Bireuen
Isu dugaan penahanan bantuan yang menyeret nama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen memicu keresahan.
Situasi sempat memanas pada Kamis (15/1/2026) ketika puluhan keuchik dari Kecamatan Gandapura mendatangi gudang logistik BPBD di kawasan Blang Bladeh guna mengambil bantuan untuk warga terdampak banjir.
Namun, informasi logistik belum dapat dikeluarkan karena petugas yang memiliki akses pembukaan gudang sedang berada di luar kantor, memicu ketegangan di lokasi.
Kondisi ini diperparah karena masing-masing Keuchik yang telah mendapatkan rekomendasi langsung dari Camat sebagai bahan administrasi untuk diserahkan ke pihak BPBD sampai sekitar pukul 10:00 WIB. Hal itulah yang menimbulkan miskomunikasi serta kegaduhan sesaat.
Mengetahui situasi tersebut, Anggota DPRK Bireuen dari Partai Golkar, Taufiq Ridha, turun langsung ke lokasi untuk meredam ketegangan sekaligus mencari solusi agar para keuchik tidak pulang tanpa kepastian.
Di hadapan para keuchik, Taufiq Ridha dengan tegas membantah isu adanya penahanan bantuan. Menurutnya, persoalan yang terjadi murni disebabkan oleh miskomunikasi teknis, bukan unsur kesengajaan atau penghambatan distribusi.
"Tidak ada bantuan yang ditahan. Ini hanya persoalan miskomunikasi dan perbedaan informasi," jelas Taufiq.
Ia juga menegaskan bahwa sebelumnya Kecamatan Gandapura telah menerima alokasi bantuan dari BPBD Bireuen. Bahkan, berdasarkan hasil komunikasinya dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD sehari sebelumnya, wilayah tersebut telah memperoleh 50 ton beras untuk disalurkan kepada warga terdampak banjir.
Dalam upaya memastikan kelancaran distribusi, Taufiq Ridha turut didampingi Ketua APDESI Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal, yang bersama-sama turun ke gudang BPBD guna mengklarifikasi fakta di lapangan dan menenangkan para kepala desa.
Lebih lanjut, Taufiq mengimbau semua pihak agar tidak memperkeruh suasana, termasuk dalam penyampaian informasi ke publik. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar isu yang belum terverifikasi tidak memicu keresahan masyarakat.
"Jangan sampai bantuan yang seharusnya mempercepat pemulihan pascabencana justru menimbulkan kegaduhan akibat salah tafsir. Fokus utama kita adalah memastikan bantuan sampai dan diterima warga dengan baik," imbuhnya.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi semua pihak, saya mengimbau koordinasi lintas lembaga dan keakuratan sebuah informasi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana, agar proses distribusi bantuan bisa optimal. Pungkas Taufik Ridha.







Social Header