![]() |
| PPP Bantu Korban Banjir Bandang dan Longsor Aceh (5/1/26). |
BIREUEN — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada 26 November 2025 meninggalkan dampak serius bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Infrastruktur rusak, aktivitas ekonomi lumpuh, dan kualitas hidup warga terdampak menurun tajam.
Di tengah situasi tersebut, respons berbagai elemen bangsa mulai mengalir, termasuk dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sejak hari-hari awal bencana, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Aceh di bawah kepemimpinan Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si. bergerak menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.
Meski masih dalam skala terbatas dan bersifat sederhana, langkah awal ini menjadi penanda kepedulian partai berlambang Ka’bah terhadap krisis kemanusiaan di Aceh.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan kebutuhan yang jauh lebih besar. Logistik dasar, peralatan berat untuk membuka akses wilayah terisolasi, serta dukungan pemulihan pascabencana masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Perhatian tersebut kemudian diperkuat oleh langkah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, H Muhammad Mardiono.
Kedatangan Mardiono menunjukkan peran aktif dalam meringankan beban korban bencana yang disertai bantuan yang disalurkan meliputi 100 karung gula pasir, 450 dus minyak goreng, 1.200 dus mi instan, 1.500 mukena, 100 kain sarung, 145 dus air mineral, 70 dus susu, 100 dus sabun, serta 25 galon air higienis.
Bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat PPP dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Lebih dari sekadar distribusi logistik, kehadiran DPP PPP juga membawa harapan baru bagi warga terdampak.
Dalam kesempatan itu, pimpinan PPP tersebut menegaskan komitmen partai untuk terlibat dalam proses pemulihan, termasuk penyediaan alat berat guna mendukung penanganan pascabencana.
Penyerahan bantuan dipusatkan di halaman tengah Kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen pada Senin (5/1/2026) itu dihadiri berbagai unsur penting, yakni Rektor UNIKI Bireuen Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M, civitas akademika UNIKI, jajaran pengurus DPC PPP dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, serta para kader PPP Kabupaten Bireuen.
Dalam pernyataannya, PPP menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendampingi masyarakat Aceh menghadapi dampak bencana.
Selain bantuan logistik, partai ini menyatakan siap memberikan dukungan alat berat, bantuan kemanusiaan berkelanjutan, dan pendampingan pemulihan, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan politik kepada masyarakat.
Langkah ini menempatkan PPP bukan hanya sebagai aktor politik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya kolektif kemanusiaan dalam menghadapi bencana alam yang kembali menguji ketangguhan Aceh.







Social Header