![]() |
| Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T, memberi kata sambutan peringatan Isra Mi'raj 1447 H (15/1). |
BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan menggelar zikir dan tausiyah di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Kamis (15/1/2026).
Peringatan hari besar Islam ini berlangsung khidmat, sarat refleksi, dan dibalut suasana haru di tengah duka masyarakat pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, unsur Forkopimda, para pejabat daerah, serta tokoh agama dan jamaah dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tahun ini memiliki makna mendalam karena bertepatan dengan masa pemulihan masyarakat dari dampak bencana alam.
Menurutnya, Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat keimanan dan solidaritas sosial.
"Isra Mi’raj kita peringati dalam suasana keprihatinan. Namun dari setiap musibah, selalu ada hikmah. Peristiwa ini mengajarkan kita untuk tetap teguh, bersabar, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama ketika ujian datang bertubi-tubi," ujar Razuardi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai landasan moral dalam membangun kembali kehidupan pascabencana, baik secara fisik maupun spiritual.
Sementara itu, tausiyah disampaikan oleh Tgk. Adnan Yahya, M.Pd., dengan mengangkat tema “Menjaga Shalat: Hikmah Isra Mi’raj di Tengah Bencana”.
Dalam ceramahnya, Tgk. Adnan menekankan bahwa shalat merupakan inti dari peristiwa Isra Mi’raj dan menjadi sumber kekuatan rohani bagi umat Islam dalam menghadapi cobaan hidup.
"Bencana menguji keteguhan iman. Shalat adalah tiang agama dan benteng jiwa. Jika shalat kita jaga, insya Allah hati akan kuat, pikiran jernih, dan langkah kita lebih terarah dalam menghadapi setiap ujian," tuturnya di hadapan jamaah.
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini juga diisi dengan doa bersama untuk para korban banjir, serta harapan agar masyarakat Bireuen diberikan ketabahan, keselamatan, dan kemudahan dalam proses pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bireuen menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan spiritual masyarakat sebagai fondasi penting dalam menghadapi bencana dan tantangan ke depan







Social Header