Inflasi Aceh pada November 2025 mencapai 3,58% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,72% (yoy) dan merupakan ke-4 yang tertinggi di Sumatera.
Angka tersebut turut didorong oleh komoditas Emas Perhiasan, Cabai Merah, Ikan Tongkol, Beras, dan Sigaret Kretek Mesin, hal tersebut disampaikan Agus Chusaini, Kepala perwakilan Bank Indonesia provinsi Aceh, saat di wawancara RRI, Senin (22/12/2025)
Secara spasial kata Agus, Seluruh Kabupaten/Kota IHK di Provinsi Aceh mengalami inflasi secara tahunan. Aceh Tengah mengalami inflasi tertinggi sebesar 4,40% (yoy), sementara inflasi tahunan terendah terjadi di Banda Aceh yaitu sebesar 3,19% (yoy), ungkapnya
Adapun Daerah penghasil bahan pangan tersebar di Aceh, dan masih terkendala jalur distribusi akibat dampak bencana. Oleh sebab itu, perlu ada upaya akselerasi KAD melalui jalur yang sudah dapat dilalui baik darat, laut, maupun udara dengan disertai bantuan fasilitasi distribusi pangan ujarnya
Menurut Agus, Komoditas Beras, Daging Ayam, Telur Ayam, Bawang Merah, Cabai Merah, Cabai Rawit, Minyak Goreng, dan Gula Pasir mulai menunjukkan kenaikan harga pada Desember 2025. Diperlukan upaya segera untuk memastikan ketersediaan pasokan komoditas pangan tersebut guna menekan harga agar lebih rendah, ujarnya
Lanjut Agus, Sejak awal Desember 2025, KpwBI Aceh telah melakukan beberapa program strategis sebagai upaya pengendalian inflasi, yaitu:
- Pada 1 dan 3 Desember 2025 dilakukan Rapat Koordinasi Pemantauan Sistem Pembayaran Tunai dan Pasokan Pangan Provinsi Aceh guna memastikan kelancaran sistem pembayaran di tengah bencana serta memastikan ketersediaan pasokan pangan guna pengendalian inflasi
- Pada 8-9 Desember 2025, dilakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama TPID Kota Banda Aceh dengan total paket bahan pangan mencapai 2.300 paket sembako guna meringankan beban masyarakat di tengah bencana.
- Pada 3, 4, 7, dan 9 Desember 2025, KPwBI Provinsi Aceh berkolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda, Dinas Pangan, dan PT POS telah dilakukan pemberian Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), Telur Ayam Ras sebanyak 1.794 ikat (±35 ton) dari Medan ke Banda Aceh melalui jalur Barat Selatan Aceh (Barsela) sebagai jalur alternatif di tengah terputusnya jalur distribusi melalui Lhokseumawe.
- Pada 9 Desember 2025, telah diangkut komoditas Minyak Goreng sebanyak 1.700 kotak (±20 ton) dari Medan ke Banda Aceh via jalur Barsela. Pengangkutan tersebut turut didukung oleh pemberian Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), hasil kolanborasi KPwBI Provinsi Aceh, Bulog, Dinas Pangan, dan PT POS. Diprakirakan minyak goreng akan sampai pada 12 Desember 2025.
Agus menjelaskan, Dalam jangka menengah dan panjang, beberapa upaya yang perlu dilakukan dalam upaya pengandalian inflasi aceh pasca bencana diantaranya :
- Pemulihan dan Penguatan Infrastruktur Distribusi Pemerintah perlu mempercepat pemulihan jalan, jembatan, dan fasilitas logistik yang terdampak bencana untuk memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Dalam jangka panjang, penguatan kualitas infrastruktur akan menurunkan risiko gangguan pasokan dan tekanan inflasi berulang.
- Pemulihan dan Peningkatan Produksi Pertanian Rehabilitasi lahan pertanian terdampak dilakukan bersamaan dengan peningkatan produktivitas di wilayah yang tidak terdampak melalui intensifikasi dan dukungan sarana produksi. Langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan pasokan pangan dan menahan kenaikan harga pascabencana.
- Penguatan Sistem Distribusi dan Kerja Sama Antarwilayah Penguatan jalur distribusi alternatif baik darat, laut, maupun udara serta kerja sama pasokan antar daerah menjadi penting untuk menutup kekurangan pasokan akibat gangguan produksi dan transportasi. Kebijakan ini membantu menjaga stabilitas harga selama masa pemulihan.
- Stabilisasi Harga dan Penguatan Cadangan Pangan Peningkatan cadangan pangan daerah dan pelaksanaan operasi pasar secara terarah diperlukan untuk meredam gejolak harga komoditas strategis. Intervensi dilakukan secara terukur berdasarkan perkembangan harga dan ketersediaan pasokan di wilayah terdampa, tutup Agus.






Social Header