Breaking News

Mohon Keadilan, Guru Kembar 'Dipolisikan' Kepsek SMA di Pijay

Guru kembar dipolisikan Kepsek
Foto: Khairani dan Khairina, Dua guru kembar honorer di SMA Negeri 1 Bandar Dua, Pidie Jaya, Aceh.
Pidie Jaya - Khairani dan Khairina, dua orang guru honorer kembar di Sekolah Menegah Atas (SMA) 1 Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya 'dipolisikan' oleh Kepala Sekolah dengan dugaan pencemaran nama baik.

Keterangan Ibu Guru honorer itu kepada awak media mengungkapkan sudah mengabdikan diri selama enam (6) tahun lamanya di Sekolah tersebut.

Pada Sabtu, (5/11/2022) Khairani malah merima surat panggilan dari Kepolisian Resort (Polres) Pidie Jaya perihal permintaan keterangan guna penyelidikan terhadap laporan sdri NILAWATI Binti ZULKARNAINI terkait adanya dugaan tindakan pidana ITE yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media sosial.
Amplop berisi surat panggilan Kepolisian Resort (Polres) Pidie Jaya yang ditujukan kepada Khairani dan Khairina.
Ia mengatakan di dalam surat bernomor B/1293/XI/Res.2.5/2022 Reskrim dimaksud berkaitan dengan Vidio dirinya yang memohon keadilan pada Pj Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, kemudian viral.

Tutur Khairani yang merupakan warga Gampong Meurandeh Alue, Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya itu, mereka tidak bermaksud apalagi berkeinginan mencemarkan nama baik siapapun. Namun hanya ingin keluh kesahnya diperhatikan oleh Pj Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

"Kami tidak pernah bermaksud serta berkeinginan melakukan pecemaran nama baik siapapun. Kami hanya berupaya menyampaikan keluh kesah kami, agar Pj Gubernur Achmad Marzuki, dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri bisa membantu masalah yang sedang kami hadapi," ucapnya.

Selanjutnya, guru mata pelajaran Biologi tersebut meminta agar diberi hak yang sama dengan puluhan rekannya yang lain yakni memperoleh SK piket Remedial dari Tahun 2017 hingga 2020.

"Kami hanya meminta hak yang sama dengan kawan kami yang lain, yaitu SK Piket Remedial tahun 2017 hingga tahun 2020, hanya kami berdua yang tidak mendapatkan SK Piket Remedial tersebut, sedangkan puluhan guru honor di SMA itu semua dapat, salahkah kami meminta mohon keadilan sama pemimpin kami," tambah Khairani.

Sedangkan Nilawati, sebagai pelapor sudah dicoba konfirmasi awak lenteranasional.com via sambungan Telepon dan Chatt WA, Minggu (6/11) pukul 19:00 dan 19:12 , hingga kini belum memberikan jawaban. (*)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini