Breaking News

Dilantik Bawaslu Bireuen, Panwascam Siap Mensukseskan Pemilu 2024

Panwascam Se-kabupaten Bireuen
Prosesi pelantikan panwascam Se-kabupaten Bireuen di Aula Fajar Hotel, (28/10).
Bireuen - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten melantik 51 Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Bireuen, Sabtu (28/10/2022).

Mereka (Panwascam) menyatakan siap melaksanakan tugas dan mensukseskan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 mendatang didalam pelantikan yang berlangsung di Fajar Hotel.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan No 046/Kp.01.00/AC-13/10/2022 dengan rincian, 43 orang pria dan 8 orang lainnya perempuan.

Hadir di perhelatan dimaksud yakni, Ketua KPU/Ketua KIP Bireuen, Asisten I Sekdakab Bireuen, Kepala SKPK/ Badan, Camat se-kabupaten Bireuen, Muspika Se-kabupaten Bireuen, dan tamu undangan lainnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bireuen Wildan Zacky E, ST mengatakan, proses pemilu secara jujur dan adil merupakan modal utama menghasilkan pemilu berkualitas dan demokratis.

Ia juga berpesan kepada jajarannya, semua tugas harus dikerjakan dengan seksama, sehingga harapan masyarakat kepada lembaga panwaslu mengawal proses tersebut tahapan pemilu akan datang tercapai.

Banwaslu Kabupaten Bireuen akan melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada seluruh anggota terutama tingkat kecamatan agar benar-benar paham dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Kepada setiap pengawas pemilu harus memiliki soliditas, integritas, mentalitas dan profesionalitas serta terus belajar dan mengasah pemahaman terkait dengan pengetahuan seputar pemilu.

"Sesuai arahan Ketua Bawaslu RI, seorang pengawas pemilu harus memegang teguh SIMP (Solidaritas, Integritas, Mentalitas, Profesionalitas). Perlu diingat juga, pengetahuan dan pemahaman tentang pemilu pula harus terus diasah dan siap diingatkan apabila dalam melaksanakan tugas ditemukan kekeliruan," ucap Wildan.

Berikut, kata Wildan, Panwascam se-Kabupaten Bireuen diharapkan bersikap netral dan tidak diskriminatif, namun harus segera melaporkan ke Bawaslu Kabupaten Bireuen, jika terdapat dugaan pelanggaran tahapan-tahapan pemilu nantinya.

"Dalam melaksanakan tugas panwaslu jangan bersikap diskriminatif, harus tegas didalam penanganan masalah, membangun komunikasi antar lembaga dan lebih mementingkan pencegahan dari pada penindakan," tegasnya.

Dirinya juga berharap, pasca pelantikan, para panwascam dapat langsung bersinergi baik internal maupun dengan lintas sektor.

"Mari kita bersinergi ciptakan pemilu yang kondusif di Kabupaten Bireuen. Saya harap, panwascam dapat segera melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan stakeholder lintas sektor di kecamatan. Petakan tokoh politik dan potensi kerawanan yang ada karena salah satu tugas pemilu yang utama adalah pencegahan,” harapnya.

Bupati Bireuen Aulia Sofyan, pH.D diwakili Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mulyadi, M.Si dalam sambutannya mengatakan, pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat sekaligus sarana aktualisasi partisipasi masyarakat sebagai pemegang kendali kedaulatan dalam penentuan jabatan publik yang harus dikawal integritasnya.

"Sebagai pemegang kedaulatan, posisi masyarakat dalam pemilu bukanlah obyek untuk dapat dieksploitasi dukungannya, melainkan harus ditempatkan sebagai subyek, termasuk dalam mengawal integritas pemilu yang akan datang, salah satunya melalui pengawasan pemilihan umum," kata Mulyadi. (Ir)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini