• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Wartawan MataAceh.com Diancam Gegara Berita

    Lentera Nasional@
    Jumat, 02 September 2022, 15:05 WIB Last Updated 2022-09-02T08:05:50Z
    Edi Sukmawan diapit tim kuasa hukumnya pasca membuat LP di Polres Lhokseumawe,(1/9).
    Lhokseumawe – Wartawan media online Mataaceh.com Edi Sukmawan (26) mendapat ancaman pasca menayangkan berita terkait proyek Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lhokseumawe yang diduga mengabaikan Keselamatan pekerja.

    Berita itu ditulis berdasar informasi di lapangan, bahwa para pekerja proyek milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) senilai Rp 23 Miliar tersebut tak menghiraukan keselamatan para pekerja. Para pekerja diduga tak dilindungi pengaman atau alat pelindung diri (APD).

    Edi Sukmawan melalui keterangan tertulisnya kepada redaksi lenteranasional.com mengatakan, ancaman itu ia terima setelah memuat berita berjudul "Diduga Proyek di Belakang Balai Pemasyarakatan Lhokseumawe Abaikan Keselamatan Pekerja," pada Kamis, (1/9).

    Ancaman tersebut dikirimkan pelaku melalui pesan WhatsApp miliknya yang mengancam agar dirinya bersiap-siap, sambil mengirim hasil tangkapan CCTV proyek yang terdapat ada dirinya dan dua rekan wartawan lainya.

    Untuk menghindari hal buruk terkait dugaan acaman tersebut, Edi Sukmawan bersama kuasa hukum Mataaceh.com mendatangi SPKT Polres Lhokseumawe, Jumat siang (1/9/22). Laporan tersebut teregister dengan nomor bukti lapor : STTLP/502/ IX/2022/Aceh/Res Lsmw. Tanggal 2 September 2022.

    "Kita dari LIMA (Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh) sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Ancaman yang klien kami terima mengganggu kinerjanya sabagai wartawan, kami serahkan kepada pihak penyidik Polres Lhokseumawe " ucap Rizal Saputra SH, Kuasa Hukum Media Mataaceh.com.

    Untuk diketahui, didalam Pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40. ahun 1999 tentang Pers mengatur bahwa tindakan melawan hukum berupa sengaja menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana paling lama dua tahun penjara atau denda maksimal Rp 500 juta. (Rel)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini