Breaking News

Pemenang PKMS UNIKI Aplikasikan "Akuntansi Pondok Pesantren" di Bireuen

Zalikha, S.E., M.Si, Ivvon Septina Bella, S.Pd., M.Pd dan Noviyanti, S.P.d., M.Pd para Dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, pemenang Hibah PKMS Kemendikbud Ristek Dikti RI, memberikan materi "Akuntansi Pondok Pesantren" di Bireuen, Aceh.
Bireuen - Pemerintah Aceh menetapkan Kabupaten Bireuen sebagai kota santri yang dideklarasikan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 pada tanggal 22 Oktober 2020.

Hal itu dikarenakan Kabupaten Bireuen merupakan daerah yang memiliki jumlah Pesantren terbanyak dibandingkan dengan Kabupaten/kota lainnya di Aceh dengan jumlah santri yang mencapai 51 ribu orang.

Zalikha, S.E., M.Si yang merupakan dosen Akuntansi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen bersama Ivvon Septina Bella, S.Pd., M.Pd dan Noviyanti, S.P.d., M.Pd dari disiplin ilmu pendidikan (FKIP) berhasil memenangkan program dana Hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) dari Kementerian Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Riset, Teknologi dan Dikti.
Pemenang PKMS UNIKI Foto bersama pengurus SMPS Darul Ulim Tanoh Mirah, Bireuen. 
Pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Islam Darul Ulum yang bernaung dibawah salah satu Yayasan pondok pesantren di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.

Dalam keterangannya, Zalikha mengatakan, pondok pesantren memiliki peran yang strategis dalam pengembangan ekonomi syariah.

Hal itu dikarenakan didalamnya memiliki tiga fungsi utama yaitu, sebagai pusat pengkaderan pemikir-pemikir agama, lembaga yang mencetak sumber daya manusia, dan sebagai lembaga yang mempunyai kekuatan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

Pondok Pesantren juga merupakan suatu lembaga yang memiliki kredibilitas dan diakui, maka salah satu program untuk mendorong peningkatan tata kelola organisasi yang baik di lingkungan pondok pesantren adalah melalui tersedianya laporan keuangan yang memenuhi standar akuntansi yang diterima secara luas.

Merujuk pada standar pelaporan keuangan bagi Pondok Pesantren yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yaitu 'Pedoman Akuntansi Pesantren' yang telah berlaku efektif sejak Mei 2018, bertujuan untuk memudahkan Pondok Pesantren dalam penyusunan laporan keuangannya, serta dapat memberikan nilai tambah bagi kemajuannya.

Selain itu pula tujuannya agar pengurus SMPS Islam Darul Ulum Tanoh Mirah memiliki keterampilan mengenai praktik akuntansi berbasis Pedoman Akuntansi Pesantren sehingga para pengurus khususnya bagian keuangan dapat memiliki pemahaman tentang posisi keuangannya yang baik.

Diuraikan Zalikha, kegiatan dimaksud dilakukan pihaknya dengan mengaplikasikan beberapa kegiatan, seperti, Pelatihan akuntansi pondok pesantren.

Pada program itu diharapkan agar mitra memiliki keterampilan dalam penyajian laporan keuangan berdasarkan akuntansi pondok pesantren.

Berikutnya, pelatihan manajemen keuangan pesantren. Hal itu dilaksanakan supaya mitra memiliki pengetahuan mengenai manajemen keuangan.

Dan yang terakhir yakni, bimbingan penyajian laporan keuangan berbasis akuntansi pondok pesantren, disana mereka melakukan evaluasi penerapan dimaksudkan bisa berjalan sesuai harapan, pungkasnya. (*)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini