• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Meningkatkan PAD, Taman Wisata Kota Pidie Jaya Dipihak Ketigakan

    Sabtu, 20 Agustus 2022, 13:40 WIB Last Updated 2022-08-21T05:21:24Z


    Pidie Jaya - Taman Kota Pidie Jaya yang berlokasi di komplek cot trieng Kantor Bupati Pidie Jaya resmi dipihak ketigakan oleh pemerintah setempat sebagai langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Namun dalam hal tersebut tidak semuanya taman kota dikelola oleh pihak ke tiga, dimana lokasi tempat museum rumoh Aceh yang berada di tengah tengah taman kota masih dalam kendali dinas pendidikan dan kebudayaan Pidie Jaya melalui bidang budaya.

    Pantauan media ini, di lokasi taman kota Pidie Jaya sudah berdiri sebuah cafe milik pegawai ASN Dinas Lingkungan hidup dan sudah ada wahana bermain dayung bebek yang sudah di siagakan dalam waduk taman kota.

    "Sudah banyak ada perubahan di taman kota, apa lagi sudah ada cafe di lokasi, namun demikian kita berharap dalam pemberian izin usaha di lokasi wisata jangan tebang pilih, yang hanya diberikan kepada orang orang tertentu saja, setidaknya dengan banyak pedagang yang berjualan di lokasi wisata akan mampu meningkatkan PAD dan akan dapat memikat wisatawan lokal maupun luar regional untuk berkunjung ke taman kota wisata Pidie Jaya," sebut Kak Nur Wisatawan lokal yang sedang bermain dengan anak anaknya di lokasi taman kota. Sabtu, 20/8/2022.

    Sambung Kak Nur, dalam meningkatkan PAD tentunya ada regulasi dari pemerintah daerah terhadap besaran sejumlah retribusi, mulai dari parkir, lapak jualan, itu semua harus jelas. Jangan karena taman ini dikelola oleh pihak ke tiga, pemerintah lepas tanggung jawab, apa lagi pemerintah mempercayakan pihak ketiga dari kalangan ASN yang berdinas di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) kabupaten Pidie Jaya, ucapnya.
    Hal senada juga dikatakan suami kak Nur, Murdani, dan tambahnya lagi , sehubungan pihak ke tiga dari DLH tentunya dia punya peranan penting dalam menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan taman kota, jangan sampai terlihat seperti sekarang ini, yang bersih malah di lokasi tempat usaha cafenya saja, di sisi lainya terlihat seperti hutan.

    Belum lagi pagar pembatas yang melingkari lokasi taman kota yang terbuat dari kawat bronjong, kalau itu tidak di rawat maka taman kota akan menjadi taman surga bagi segerombolan sapi yang saban hari mencari rumput di seputaran sawah diluar Taman tersebut.

    Masih menurut Murdani, jika benar di pihak ketigakan, tentunya harus ada peraturan daerah atau qanun yang mengikat, kalau tidak ada peraturan atau qanun maka disinyalir akan terjadi penyelewengan terhadap retribusi untuk PAD, pungkasnya. (2R)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini