• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    SLB YTC Kuta Blang Implementasi Gerakan Literasi Kepada Peserta Didik

    Lentera Nasional@
    Rabu, 27 Juli 2022, 17:01 WIB Last Updated 2022-07-27T17:00:24Z
    Foto bersama Pihak SLB YTC Kuta Blang denga Unsur Rangkang Sastra Bireuen di sela acara, (27/7).
    Bireuen - Sekolah Luar Biasa (SLB) YTC Kuta Blang, Bireuen menggandeng Rangkang Sastra melaksanakan Implementasi gerakan literasi peserta didik berkebutuhan khusus, Rabu (27/7/2022).
    Keseruan tampak pada peserta didik SLB YTC Kuta Blang saat sedang bernyanyi bersama.
    Kegiatan yang dirangkai dengan mendongeng, bernyanyi hingga membaca puisi disertai doorprize tersebut berlangsung di halaman depan dan diikuti sedikitnya 70 dari 116 Peserta didik Sekolah dimaksud serta turut diikuti orang tua mereka.

    Kepala SLB YTC Kuta Blang Bireuen Rusli, S.Pd di sela acara menerangkan, pada dasarnya pihak sekolah yang Ia pimpin itu ingin merangsang dan mengembangkan keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

    "Pada dasarnya, kita dari SLB YTC Kuta Blang ingin mengembangkan keterampilan anak-anak meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis," ujar Rusli.

    Karenanya, memgimplementasi gerakan literasi di SLB harus mengembangkan keempat keterampilan tersebut pada setiap aktivitas pembelajaran dan disesuaikan dengan hambatan yang dialami oleh peserta didik.

    Dilanjutkan Rusli, membaca merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar.

    Sementara Idarmiati, S.Pd yang menjabat Wakil Kepala di Sekolah tersebut menambahkan, melalui membaca, wawasan dan pengetahuan peserta didik akan semakin luas.

    Dengan demikian akan muncul gagasan-gagasan baru serta peningkatan kreativitas. Sebab, segala pengetahuan tidak mungkin diperoleh tanpa membaca.

    Selain itu, Gerakan Literasi pula bertujuan menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan ramah anak.

    Menurutnya, peserta didik akan mampu mengembangkan kemampuan dengan baik dalam memahami teks bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman yang dimiliki oleh individu.

    Tidak hanya itu, kegiatan literasi juga dilakukan untuk mengembangkan cara berpikir kritis dan mengolah serta mengelola kemampuan berkomunikasi secara kreatif, melalui kegiatan menanggapi buku bacaan dan buku pelajaran, baik secara verbal, tulisan, visual, maupun digital, sehingga hasil capaian pendidikan menjadi semakin bermutu.

    Ia meyakini dengan program ini akan berdampak pada kemajuan generasi guna menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi.

    Ia juga menegaskan, didalam upaya meningkatkan minat literasi anak-anak merupakan tugas seluruh pihak, bukan hanya pemerintah dan sekolah.

    Karenanya, Idarmiati mengharapkan peran serta keluarga dalam meningkatkan minat literasi anak-anaknya juga semakin optimal dan berkelanjutan. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini