• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kejari Bireuen Selamatkan Ratusan Juta Rupiah Dana PNPM Jeumpa

    Lentera Nasional@
    Selasa, 19 Juli 2022, 22:53 WIB Last Updated 2022-07-19T15:56:40Z
    Dua tersangka Tipikor dana PNPM Kecamatan Jeumpa digiring Tim Kejari Bireuen ke Lapas II B, (19/7).
    Bireuen - Kejaksaan Negeri Bireuen menetapkan dua tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa, 19 Juli 2022.

    Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Mohamad Farid Rumdana, S.H.,M.H didampingi Kasi Intelijen Muliana, S.H dan Kasi Pidsus Muhammad Razi, S.H, dalam jumpa pers dengan awak media liputan Bireuen.

    Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Konferensi Pers Korps Adhyaksa itu, Farid Rumdana menguraikan, penetapan kedua tersangka kata dia berdasarkan Surat Perintah penyidikan Nomor Print 01/L1.21/Fd.1/07/2022 dan Nomor: Print-02/L.1.21/Fd 1/07/ 2022 masing-masing tanggal 19 Juli 2022.

    Diuraikan, tim Penyidik dari Seksi Pidana Khusus telah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti tindak pidana yang mengarah kepada dua orang tersangka EHB, selaku Sekretaris UPK Tahun 2006-2011, selanjutnya sejak April 2012-Januari 2014 Ia menjabat Ketua UPK Jeumpa.

    Sementara tersangka kedua yakni seorang perempuan berinisial SM. Untuk perkara tersebut dia menjabat Ketua Kelompok Peminjam (KSP) atau pengendali semua Kelompok dari Desa Pulo Lawang.

    Dalam operandinya, EHB meloloskan setiap kelompok yang tidak memenuhi kriteria sehingga mengakibatkan tertunggaknya pinjaman dimaksud hingga kini.

    "Salah satu KSP yang diloloskan yang memiliki tunggakan paling besar adalah kelompok-kelompok yang dikendalikan oleh SM, yang menimbulkan kerugian keuangan negara. Karena dana SPP bersumber dari dana APBN. Dan kami langsung melakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan di Rutan Kelas IIB Bireuen, berdasarkan surat perintah penahanan kedua tersangka oleh Tim Penyidik Kejari Bireuen," ujar Farid Rumdana.

    Lanjutnya lagi, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan Pasal 9 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 (lima) tahun.

    Dari dugaan tindak pidana itu, Penyidik Kejari Bireuen telah berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp.609.038.000 hasil penyitaan dari kelompok-kelompok (KSP) yang macet, dan saat ini uang tersebut telah dititipkan ke Rekening Penampung RPL 089 PDT Kejaksaan Negeri Bireuen yang nantinya akan diperhitung sebagai uang pengganti dalam perkara dimaksud. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini