• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gegara Pembongkaran Toko Sejumlah Pedagang Di Samalanga Mengeluh

    Lentera Nasional@
    Jumat, 29 Juli 2022, 09:48 WIB Last Updated 2022-07-29T02:48:16Z
    Tampak Pasar rakyat bantuan pemerintah pusat di Samalanga, (28/7).
    Bireuen - Para pedagang mengeluh akibat penggusuran dan pembongkaran toko dilokasi pembangunan jalan dua jalur kawasan area tanah milik PT KAI (Kereta Api Indonesia), Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen belum teratasi, jumat( 29/07/2022).

    Pasalnya, dari 42 pelaku usaha yang terkena penggusuran tersebut, hanya 15 orang PKL yang bisa melanjutkan usahanya kembali.

    Akibat penggusuran sejumlah toko diatas areal tanah PT KAI tersebut, dapat mengakibatkan 27 pedagang lainya kehilangan mata pencaharian. Selain itu, mereka juga tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi.

    Salah satu pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan, di Kecamatan Samalanga sudah dibangun pasar rakyat pada tahun 2021 lalu, namun hingga kini pasar rakyat tersebut belum bisa digunakan oleh masyarakat setempat.

    Seharusnya pasar rakyat itu bisa difungsikan dan bisa menampung para pedagang untuk sementara waktu. Mengingat nantinya akan dibangun toko yang baru ditanah milik PT KAI melalui pihak ke tiga, untuk para sejumlah pedagang, jelasnya.

    Menurut dia, para pedagang tidak di izinkan untuk menempati atau ber jualan dalam kompleks pasar rakyat tersebut. Hal itu sudah dilakukan kordinasi kepada pihak pemerintah, namun belum ada jawaban. Sudah dua minggu para pedagang belum ada lapak untuk berjualan .

    "Kami sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Bireuen, agar dapat merelokasikan kami ke dalam pasar rakyat tersebut, mengingat kondisi ekonomi yang dirasakan sejumlah pedagang saat ini mengalami kesulitan mata pencaharian, serta tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup. Pun demikian, sangat tergantung kepada sikap Pemerintah Kabupaten Bireuen pungkas", sebut salah satu warga Keude Aceh kecamatan Samalanga.

    Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Pendusrian, koprasi, dan UKM Kabupaten Bireuen Ir H Ali Basah M.Si yang dikonfirmasi awak media ini melalui Kabid Penataan Pasar dan Pelayanan Distribusi, Zulfikar, Sp mengatakan, pasar rakyat itu tidak bisa difungsikan karena masih ada beberapa sarana yang belum lengkap diantaranya, air bersih, listrik dan saluran pembuangan limbah.

    Ditambahkannya, bantuan yang bersumber dati dana APBN itu menelan biaya sebesar 4 miliar pada tahun 2021, Pemerintah pusat hanya memberikan sarana gedung. Sedangkan sarana air dan listrik serta lain sebagainya dibebankan kepada Pemerintah Daerah, jelas Zulfikar.

    Dalam hal itu, pihak Dinas sangat serius berupaya agar pasar rakyat tersebut bisa difungsikan pada Tahun ini, sehingga para pedagang dapat jualan seperti yang diharapkan.

    Menurutnya lagi, pada Tahun ini sudah diusulkan dalam perubahan angaran APBK Kabupaten Bireuen.

    Diperkirakan Zulfikar, untuk melengkapi sarana air, listrik dan saluran pembuangan digedung pasar dimaksud membutuhkan dana sebesar 200 juta.

    "Kami sangat berharap mudah-mudahan usulan itu bisa terealisasi diperubaha tahun ini, sehingga kita dapat membangun sarana yang dibutuhkan pasar rakyat kecamatan Samalanga tersebut," pungkasnya. (Mail)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini