Breaking News

Dua oknum Kepala Sekolah Di Pidie Jaya Jadi Pemungut Dana BOS Yang Di utus Oleh Dinas Pendidikan


Pidie Jaya - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya kembali tercoreng namanya oleh dua Kepala Sekolah dalam jajaran Dinas setempat

Hal tersebut terjadi baru baru ini yang di ungkapkan oleh sejumlah dewan guru yang merasa tidak nyaman karena sekolah tempat pengabdiannya di ultimatum oleh oknum yang mengaku dari dinas pendidikan dan kebudayaan Pidie Jaya,

Pada bulan Ramadhan kemaren sejumlah sekolah mendapat calling phone dari seseorang yang meminta cuitan dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ) sebesar 2,5 % untuk di sektor ke Dinas Pendidikan, yang menelpon tersebut mengakui namanya Rusna Hamid Kepala SDN 4 Ulim atas perintah Fitriah kepala SDN 6 Ulim yang merupakan ketua K3s Wilayah timur, mereka menjalankan aksinya hanya berdua, sebut salah satu dewan guru yang enggan namanya di sebutkan, di salah satu warkop di Trienggadeng, Kamis (6/6/2022)

Adapun sekolah sekolah yang pernah di hubungi SD 3 Bandar dua, SDN 2 Bandar Dua SDN 9 Ulim dan beberapa SD wilayah barat, sebutnya

Akuinya lagi, keduanya Meraka itu sering menjelek-jelekan dan memfitnah para kepala sekolah apa bila kepala sekolah tidak sependapat dengan mereka

" Ia...kepala sekolah kami sering di jelek jelekkan dan di fitnah oleh mereka, kami pun tidak tau apa maksud dari mereka itu, kalau memang setoran 2,5 % itu perintah dinas seharusnya di layangkan selembar surat agar potongan tersebut resmi dan di pergunakan untuk apa saja" jelasnya

Lanjutnya, Belum lagi potongan untuk pembuatan Soal ujian per mata pelajaran 12.000 rupiah dengan dalih biaya foto copy lembaran soal, dimana , seharusnya pembuatan soal dan kopian Sola ujian tersebut bisa di lakukan oleh masing masing sekolah.

Dan lagi potongan anggaran 75.000 rupiah per siswa dari dana BOS untuk siswa yang mengikuti ujian AKM ( Assessment Kompetisi Minimun) dan yang anehnya dari 75 ribu rupiah tersebut ada potongan untuk oknum di dinas pendidikan sebesar 25 ribu rupiah dan 50 ribu rupiah lagi di kembalikan ke sekolah masing, dan hingga saat ini ada sekolah yang belum menerima pengembalian uang tersebut.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kalau emang ini tidak ada perintah dari dinas, sungguh nama baik buk Haureny sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Pidie Jaya sudah tercoreng, bagaimana tidak, di setiap pertemuan buk Haureny selalu mengumandangkan konsep konsep pendidikan yang bermutu yang jauh dari intrik intrik kepentingan pribadi demi kemajuan pendidikan di Pidie Jaya, dan tak terlepas juga buk Haureny selalu mengatakan konsep merdeka belajar agar terciptanya generasi generasi yang siap bersaing mengikuti perkembangan zaman.

Sementara itu, hingga berita ini di tayangkan , kedua kepsek tersebut tidak memberi tanggapan atas Konfirmasi dari media melalui WhatsApp dan pesan isi WhatsApp pun di abaikan hanya di Read (baca) saja. (2R)

© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini