• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Nasruddin Pijay: Kisruh PMI Seret Organisasi Kamanusian Tercoreng

    Lentera Nasional@
    Rabu, 18 Mei 2022, 13:10 WIB Last Updated 2022-05-18T06:10:39Z
    Foto: Nasruddin.
    Pidie Jaya - Kisruh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh dinilai menjadi momentum untuk evaluasi total tentang peran organisasi kemanusiaan kedepan. Pengurus dinilai sibuk dengan dinamikanya sendiri.

    Menurut Nasruddin, yang merupakan Relawan angkatan perdana di Kabupaten Pidie Jaya ini, kisruh pengurus juga menyeret organisasi kemanusiaan. Bahkan kisruh ini yang melibatkan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan itu dipertontonkan secara terbuka di publik.

    "Kasus yang terjadi pada PMI Kota Banda Aceh ini harus menjadi momentum evaluasi total tentang peran pengurus, relawan dan karyawan PMI ke depan. Karena pengurus semakin sibuk dengan dirinya sendiri hingga menyeret organisasi. Masyarakat bertanya, siapa dan apa tugas Pengurus PMI dan Pihak UDD?," ujar Nasruddin.

    Diketahui kisruh di PMI berawal munculnya upaya pengiriman darah dari Aceh ke Tanggerang, sehingga muncul ke publik berdasarkan konferensi pers yang di lakukan kubu sekretaris berserta kawan - kawan pengurus di salah satu Coffee.

    Nah yang menjadi permasalah kita lihat hari ini kita harus melihat dulu prosedurnya, didalam organisasi tidak dilarang melakukan jumpa pers, malah diajukan untuk menjalin silaturrhami dengan insan pers, ini yang aneh Markas PMI ada kok membuatnya di Cafee.

    Ketika kita masuk ke dalam sebuah organisasi akan sangat wajar terjadi suatu konflik. Meskipun konflik terlihat seperti adanya sisi buruk atau negatif dari organisasi, justru dengan adanya konflik semua masalah atau hal yang memiliki permikiran berbeda akan segera mendapatkan sebuah solusi.

    Padahal jika terdapat konflik dalam organisasi, masalah kecil bisa menjadi sangat besar jika tidak segera diselesaikan. Terkadang konflik juga kurang baik untuk organisasi, karena akan meningkat menjadi argument yang menghambat produktivitas tim.

    Saya melihat ini ada kesalahpahaman dalam tidak memahami tugas, peran, dan tanggung jawab dengan baik, maka timbulnya konflik demikian.

    Ini penting bagi ketua atau untuk memperkenalkan tugas, peran, dan tanggung jawab masing-masing. Jika tidak mengerti biasanya sulit untuk mengerjakan tugas mereka, serta akan menjadi komunikasi yang buruk dari tim ke pemimpin.

    Timbulnya tudingan di luar beragam seperti tudingan sakit hati, tidak paham aturan organisasi.

    Yang kita sayangkan sekarang bukan pengurusnya tapi lembaganya sekarang jadi celaan bagi publik.

    Kita harapkan kepada PMI Aceh, untuk segara ambil tindakan, semakin lama dibiarkan akan semakin buruk citra PMI di Publik.

    Tugas pengurus itu sudah di atur dalam PO dan ADART, jadi kita harapkan "jangan sudah jadi arang baru disiram", pangkasnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini