• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ciptakan Situasi dan Kondisi Aman dan Kondusif, Satgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz-2022 Gelar Tradisi Adat Bakar Batu

    Arief Salman
    Senin, 30 Mei 2022, 13:42 WIB Last Updated 2022-05-30T06:46:06Z
    Yahukimo | Satgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz-2022 adakan tradisi adat bakar batu di Kecamatan Kurima, untuk ciptakan situasi dan kondisi aman dan kondusif, Kecamatan Kurima, Senin (30/5/2022).


    Satgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz 2022, Kombes Polisi Nanang Purnomo dalam siaran persnya kepada LN.Com mengatakan Dalam tradisi bakar batu terdapat makna mendalam, yakni sebagai ungkapan syukur pada Tuhan dan simbol solidaritas yang kuat. Bakar batu merupakan ritual memasak bersama yang bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur kepada sang pemberi kehidupan.

    Nanang Mengatakan dalam acara adat tradisi bakar batu tersebut dihadiri oleh Kasatgas Intel Operasi Damai Cartenz-2022 KBP Dulfi Muis, SH, SIK, di dampingi oleh Wakatgas Binmas Noken Operasi Damai Cartenz-2022 AKBP Yamin Dian Priono SIK, bapak Camat Kurima dan beberapa anggota Iptu Wilhelma Kuruj, Brigjen Rahmat Novi an-nur, Brigjen Nasrudin fahymmu, Brigjen Arya Chandra, Brigjen Tengku Raffi Absyah tergabung dalam tim program Koteka (Komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas).

    Kasatgas Intel Operasi Damai Cartenz-2022 Kombes Polisi Dulfi Muis, SH, SIK, mengatakan Bakar batu adalah sebagai alat bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, menyambut kabar bahagia, atau mengumpulkan prajurit untuk berperang dan pesta setelah perang. Atau bahkan media perdamaian antarkelompok yang berperang. Ritual ini juga sering dilakukan untuk menghimpun orang pada prosesi pembukaan ladang, kelahiran, kematian, berburu, membangun rumah, perkawinan, dan juga hal-hal lain yang mengharuskan mobilisasi massa dalam jumlah besar. Upacara bakar batu juga merupakan simbol kesederhanaan masyarakat Papua. 

    "Muaranya ialah persamaan hak, keadilan, kebersamaan, kekompakan, kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan yang membawa pada perdamaian. Bahkan di komunitas muslim Papua, misalnya, di daerah Walesi Jayawijaya dan komunitas muslim Papua daerah lain, dalam menyambut Ramadan,",Kata Kombes Polisi Dulfi Muis.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini