• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kerkhof Peucut, Makam Serdadu Belanda Terluas di Dunia dan Bukti Nyata Keadilan Sultan Iskandar Muda

    Arief Salman
    Jumat, 08 April 2022, 23:11 WIB Last Updated 2022-04-08T16:11:03Z
    Makam Kerkhof Peucut yang berarti Kerkhof yang dalam bahasa Belanda berarti halaman gereja atau kuburan, sedangkan Peucut dalam bahasa Aceh yang bisa di artikan anak kesayangan.

    Makam Kerkhof Peucut ini tidak hanya bukti nyata rakyat Aceh melawan penjajah, tetapi juga menjadi bukti nyata keadilan sultan Iskandar Muda pada masa pemerintahan nya.

    LN.Com mencoba mengupas dari berbagai sumber tentang Makam Kerkhof Peucut yang berada di Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

    Masuk kearah pemakaman nampak pemakaman berwarna putih tertata dengan rapi, banyak hal menarik dapat kita temukan di komplek pemakaman ini, seperti kisah serdadu belanda dimasa hidupnya sampai pada saat gugur, semuanya diberitakan sekilas di batu nisan sehingga seolah-olah bercerita kepada anda tentang masa hidupnya.

    Selain itu terdapat sebuah makam yang terpisah dari lainnya yaitu makam Meurah Popok, yaitu putra satu-satunya kesayangan sultan Iskandar Muda, Meurah Popok dirajam oleh ayahnya sendiri yaitu Sultan Iskandar muda karena berbuat jina pada tahun 1636.

    Kerkhof Peucut komplek pemakaman yang paling luas sekitar 3,5 Hektare dengan jumlah korban ± 2200, mayoritas serdadu Belanda, selain itu terdapat juga makam tentara KNIL dari suku Jawa, Batak, Ambon dan pribumi Aceh juga dimakamkan di Kerkhof Peucut.

    Perang Aceh terjadi pada tahun 1873 hingga tahun 1904, dimana dalam sejarah Belanda, inilah perang yang paling pahit melebihi pengalaman mereka dalam perang Napoleon.

    Peristiwa peperangan di Aceh banyak meninggalkan kisah sejarah yang hingga kini masih tertata rapi di bumi serambi Mekah.

    Hingga saat ini kerajaan Belanda sangat menghormati warga Aceh khususnya warga Banda Aceh karena telah merawat dengan rapi kuburan tersebut dan menjadi objek wisatawan paling populer negeri kincir angin tersebut.

    Masa lalu yang buruk akan memberimu untuk menata di masa depan, Sejarah yang buruk akan memberimu pelajaran bagaimana menata dunia.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini