• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kejaksaan Agung Berhasil Bongkar Penyebab Minyak Goreng Langka dan Mahal

    Arief Salman
    Rabu, 20 April 2022, 21:24 WIB Last Updated 2022-04-20T14:26:04Z


    Kejaksaan Agung berhasil membongkar kasus Penyebab minyak goreng mahal dan langka, diduga beberapa pihak memberikan fasilitas ekspor crude palm oil atau CPO atau minyak goreng tersebut.


    Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan ada 4 tersangka dalam kasus ini yaitu:


    1. Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag);


    2. Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia;


    3. Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG); dan


    4. Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.


    Jaksa Agung ST Burhanuddin juga mengatakan para tersangka diduga melakukan perbuatan hukum, sebagai berikut:


    1. Adanya permufakatan antara pemohon dan pemberi izin dalam proses penerbitan persetujuan ekspor.


    2. Dikeluarkannya persetujuan ekspor kepada eksportir yang seharusnya ditolak izinnya karena tidak memenuhi syarat yaitu


     a. Mendistribusikan CPO atau RBD palm olein tidak sesuai dengan harga penjualan dalam negeri (DPO).


     b. Tidak mendistribusikan CPO dan RBD palm olein ke dalam negeri sebagaimana kewajiban yang ada dalam DMO (20% dari total ekspor).


    Dikutip dari detik.com, Rabu (20/4/2022), "Perbuatan para Tersangka mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara, yaitu kemahalan serta kelangkaan minyak goreng, sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam keterangan tertulis Kejagung, Selasa (19/4/2022).


    Para tersangka diduga melanggar Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, b, e, dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.


    Para tersangka diduga juga melanggar Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 Tahun 2022 juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri (Domestic Market Obligation) dan Harga Penjualan di Dalam Negeri (Domestic Price Obligation) dan Ketentuan Bab II Huruf A angka (1) huruf b, juncto Bab II huruf C angka 4 huruf c Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02/DAGLU/PER/1/2022 tentang petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan dan pengaturan ekspor CPO, RDB Palm Olein dan UCO.


    Keempat tersangka kemudian langsung ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung diperiksa pada hari Selasa (19/4/2022).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini