• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Misteri Pembunuhan Wartawan Udin, 25 Tahun Belum Terungkap

    Arief Salman
    Kamis, 28 April 2022, 20:08 WIB Last Updated 2022-04-28T13:14:50Z
    Dalam perkembangannya, dunia pers Indonesia pernah menorehkan tinta kelam di mana beberapa wartawan terbunuh dalam menjalankan tugas. Di Yogyakarta, ada seorang wartawan bernama Fuad Muhammad Syarifuddin yang dibunuh pada 16 Agustus 1996.

    Melansir dari merdeka.com, pria yang akrab disapa Udin itu memang dikenal kritis dalam setiap tulisannya terkait kekuasaan Orde Baru dan militer. 

    Tulisan yang dinilai cukup menyengat di antaranya berjudul "Kolonel Ramaikan Bursa Calon Bupati Bantul", "Soal Pencalonan Bupati Bantul: banyak  Pengaruhi Pencalonan, serta "Isak Tangis Warnai Pengosongan Parangtritis".

    Hingga puncaknya, pada bulan Agustus 1996 silam, udin dianiaya oleh orang tak dikenal di sekitar rumahnya. Hal inilah yang membuatnya menderita gegar otak dan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bethesda.

    Mengapa kasus pembunuhan ini tidak pernah terungkap hingga kini? Berikut selengkapnya:

    Kejadian Janggal Sebelum Kematian Udin
    Melansir dari merdeka.com, banyak kejadian aneh dan ganjil sebelum kematian Udin pada 16 Agustus 1996 silam. Pernah pada suatu malam, Udin menemui seorang tamu yang mengaku sebagai Kaur Pemerintahan Desa Wirokerten Bantul dan ingin menemui Udin untuk urusan tanah.

    Dua tamu itu adalah Hatta Sunanto, anggota DPRD Bantul dan seorang calo tanah bernama Suwandi. Namun setelah pertemuan dengan kedua tamu itu, Udin jadi terlihat gelisah di kantor. Setiap selesai menulis berita, dia bergegas pulang ke Bantul dengan motor pribadinya.

    Tak hanya itu, salah satu tetangga Udin yang berada di warung bakmi bernama Nyonya Ponikem sering melihat beberapa laki-laki yang dicurigai mendatangi rumah Udin.

    Pengakuan Palsu
    Selain itu, ada pihak-pihak tertentu yang berupaya mengalihkan kasus kematian Udin. Seorang perempuan bernama Tri Sumaryani mengaku ditawari sejumlah uang sebagai imbalan jika mau membuat pengakuan kalau Udin melakukan hubungan gelap dengannya. Lalu perempuan itu disuruh mengaku bahwa Udin dibunuh suaminya dengan alasan telah terjadi perselingkuhan.

    Lalu ada pula Dwi Sumaji alias Iwik, seorang sopir perusahaan iklan, yang mengaku dikorbankan polisi untuk membuat pengakuan bahwa ia telah membunuh Udin. Namun di depan pengadilan pada 5 Agustus 1997, Iwik mengatakan bahwa dirinya dikorbankan untuk bisnis politik dan melindungi mafia politik.

    Penyusutan Terhadap Kasus Udin
    Udin meninggal dunia di RS Bethesda pada Jumat, 16 Agustus 1996 setelah tiga hari berjuang melawan maut tanpa pernah sadarkan diri. Setelah pemakamannya yang bertepatan dengan HUT RI ke-51, beberapa pejabat seperti Sri Sultan HB X, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng-DIY, dan sejumlah pejabat meminta kasus Udin diusut tuntas.

    Namun pada 23 Agustus 1996, Kapolres Bantul saat itu, Letkol Pol Ade Subardan mengatakan bahwa tidak ada dalang dalam kasus kematian Udin meskipun belum tertangkap. Dia juga mengatakan akan menangkap pelaku pembunuhan Udin dalam waktu tiga hari dari tanggal tersebut.

    Namun hingga kini, siapa dalang dan pelaku pembunuhan Udin belum juga terungkap. Bahkan lembaga peradilan pun juga tak mampu menjadikan kasus pembunuhan pekerja pers itu menjadi terang benderang.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini