Breaking News

Polres Bireuen Ungkap Dugaan Ilegal Logging di Peudada

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardi Wirapraja SIK.,MH, didampingi jajarannya memberikan keterangan dalam Press konference, (33/3).
Bireuen - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Satreskrim Polres) Bireuen mengungkap kasus dugaan ilegal logging atau penebangan liar yang terjadi di kawasan di kawasan hutan Dusun Blang Paya Desa Ara Bungong Kecamatan Peudada, Sabtu (5 Maret) lalu.

Hal itu sebagaimana keterangan Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK.,MH, melalui Kasatreskrim AKP Arief Sukmo Wibowo pada konferensi pers yang dilaksanakan Rabu (23 Maret).

Dikatakan Arief Sukmo Wibowo terungkapnya ihwal tersebut berawal dari informasi masyarakat, ada satu ini Dump Truck Intercooler sedang mengangkut kayu yang diduga hasil Ilegal Logging.

"Menindaklanjuti Informasi masyarakat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di sebuah Sawmill, tim berhasil mengamankan sebuah dump Interkuler warna orange yang mengangkut 3 batang kayu bulat jenis rimba campuran," tutur Kasatreskrim.

Disana, lanjut AKP Arief pihaknya juga berhasil mengamankan Empat terduga pelaku yaitu HD (34) operator Beko warga Calok Simpang Mamplam, ZF (21) kernet beko warga Peulimbang, SW (30) kernet dump truck warga Peulimbang dan RA (40) Sopir dump truck warga Blang Cot Baroh Jeumpa.

"Setelah diperiksa para pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen resmi terkait kayu hasil hutan yang diangkut tersebut. Lalu pelaku dan barang bukti kita amankan ke Polres Bireuen guna proses lebih lanjut," sebutnya.

Hasil pengembangan yang dilakukan, berikutnya Tim menuju tempat pengambilan kayu yang diduga Ilegal Logging.

Dari sana pihak korp Bhayangkara itu lagi-lagi berhasil mengamankan 1 unit Excavator berwarna orange diduga milik Pemkab Bireuen, 1 unit dump Interkuler warna orange, 3 batang kayu dan di lokasi terdapat 100 Ton batang kayu lainnya yang sudah di Police line.

Atas dugaan perbuatannya, para pelaku bisa dijerat dengan pasal 83 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak sebesar Rp. 2.500.000.000. Pungkasnya (*)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini