• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Milad ke-1 Museum Kota Juang Dihiasi Tasyakuran dan Aneka Lomba

    Lentera Nasional@
    Sabtu, 05 Maret 2022, 21:18 WIB Last Updated 2022-03-06T04:18:36Z
    Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum Kota juang, Hj. Noorbalqis Marzuki, Sp.Si saat memberikan keterangan.

    Bireuen - Dalam rangka memperingati milad yang ke-I Yayasan Museum Kota Juang Kabupaten Bireuen menggelar tasyakuran serta dirangkai dengan aneka lomba di Gampong Baro Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen, Sabtu (5 Maret 2022).

    Kegiatan tahunan tersebut mengusung tema "Menjadikan kearifan masa lalu dan kebanggaan identitas sebagai modal masa depan", dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum Kota Juang Hj Noorbalqis Marzuki, S.PSi, para Camat Kota Juang, Kepala Desa Gampong Baro, pelajar tingkat TK, SD, SLTP dan SLTA serta sejumlah masyarakat umum yang merupakan tamu undangan.
    Peserta lomba mewarnai dari TK utusan masing-masing Kecamatan lingkup Kabupaten Bireuen.
    Merri Yuliati, S.Pd.SD selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa pada peringatan Ulang Tahun yang pertama Tahun 2022 ini pihaknya menggelar Tasyakuran berupa Doa bersama dengan harapan visi dan misi Yayasan yakni melestarikan adat dan budaya masyarakat Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen berjalan sebagaimana harapan.

    Selain itu, Merri juga mengapresiasi para camat yang telah berpartisipasi mengirimkan peserta lomba mewakili daerah masing-masing.

    Adapun aneka perlombaan yang dirangkai pihak panitia yaitu, Lomba mewarnai tugu kota juang yang diikuti 10 peserta tingkat TK. Berikutnya menggambar miniatur pemancar radio rimba raya diikuti 12 peserta Tingkat SD.

    Selanjutnya, lomba baca puisi pun turut disajikan penyelenggara, diikuti 11 peserta dari Siswa/i jenjang SLTP. Sedangkan lomba Perateb Aneuk pun dirangkai diikuti 12 siswa/i tingkat SLTA se-kabupaten Bireuen.

    Terakhir nanti pada hari puncak Milad yang tepat pada tanggal 25 Maret juga diadakan kontes sepeda ontel. Untuk kontes itu akan diikuti peserta dari masyarakat umum dan sejumlah komunitas geutangen awai.

    Sementara Hj Noorbalqis Marzuki, S.PSi di sela membuka acara menyampaikan, di areal yang luasnya berkisar 600 meter milik Yayasan Museum Kota Juang terdapat sejumlah miniatur bangunan bersejarah yang nan mempunyai nilai sejarah tersendiri di Republik Indonesia, seperti Rumoh adat Aceh, Miniatur Pendopo, Tugu Kota juang, Tugu pemancar Radio rimba raya dan sejumlah barang-barang peninggalan bersejarah masa lalu.

    Dengan demikian Ia berharap nilai-nilai sejarah masa lalu masyarakat Aceh tidak tergerus oleh masa hingga generasi penerus kita tidak lupa akan jati diri dan para pendahulunya yang dikenal berjasa, Gagah perkasa dan gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini