• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dampak Dinas P&K Lhokseumawe Legalkan Pungli Ratusan Mahasiswa Siap Beraksi

    Lentera Nasional@
    Minggu, 23 Januari 2022, 23:02 WIB Last Updated 2022-01-24T07:24:29Z
    Perwakilan PMII dan SMNI Kota Lhokseumawe, saat persiapan aksi.
    Lhokseumawe– Ratusan Mahasiswa Kota Lhokseumawe, Aceh yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Serikat Mahasiswa Nasional Indonesia (SMNI) akan menggelar aksi menolak pungli lingkungan Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe.

    Hal itu dikatakan Ketua Pengerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) Kota Lhokseumawe, Zarnuji.

    "Kami siap melakukan aksi, ini lagi proses konsolidasi dengan kawan-kawan PMII dan SMNI Kota Lhoseumawe. Aksi tersebut akan kami lakukan pada hari Rabu tanggal 26 di Kantor Wali Kota dan Kejari setempat," ujar Zarnuji, Minggu (23 Januari 2022).

    Menurut Ketua PMII Kota Lhokseumawe, Aksi dimaksudkan untuk menolak praktik pungli jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang masih saja terjadi di Sekolah Dasar (SD) wilayah Kota Lhokseumawe.

    Selain itu, pihaknya pula mendesak Wali Kota Lhokseumawe agar mengevaluasi dan menindak tegas penjabat di Dinas Pendidikan Lhokseumawe yang telah melegalkan praktik pungli jual beli LKS.

    "Selain menolak pungli, kami juga menyayangkan terkait penyataan Kabid Dikdas Pendidikan Kota Lhokseumawe yang terkesan buta aturan, terkait melegalkan praktik jual beli LKS dengan dalih kesepakatan wali murid, dengan itu kami mendesak wali kota agar bertindak tegas," imbuhnya.

    Menurutnya, Peraturan Pemerintah pada Pasal 181 telah menerangkan bahwa pendidik, tenaga kependidikan dan komite sekolah di satuan pendidikan, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan kegiatan pengadaan atau menjual buku termasuk lembar kerja siswa (LKS) di setiap satuan pendidikan, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran serta pakaian seragam di tingkat pendidikan.

    Senada dengan Zarnuji, Ketua Serikat Mahasiswa Nasional Indonesia (SMNI) Beni Murdani bersama kawan kawan mahasiswa yang tergabung dalam SMNI juga akan melakukan aksi serupa bersamaan dengan PMII Lhokseumawe.

    Selain itu juga Zarnuji dan rekan rekan akan mengadakan konsolidasi dengan para Wali Murid dalam uoaya memberantas pungli yang terjadi di sejumlah Sekolah.

    "Kami akan coba konsulidasi dengan Pihak Walid murid untuk memberantas pungli yang terjadi di Sekolah selama ini," lanjutnya.

    Beni mengharapkam atensi dan partisipasi para wali murid yang menjadi korban pungli di Sekolah dimaksud dengan kami. Ratusan Mahasiswa dari SMNI dan PMII siap melakukan pendampingan hingga menempuh jalur hukum.

    Sebelumnya sempat viral diberitakan, wali murid di Kota Lhokseumawe mengeluhkan praktek jual beli LKS oleh guru dan wali kelas. Hal ini dinilai memberatkan wali murid, apalagi ekonomi yang sulit di masa pandemi Covid-19.

    Praktek jual beli LKS tersebut diketahui bermula dari pengakuan seorang wali murid SDN 12 Banda Sakti. Disebutkan, wali kelas membagikan 5 LKS kepada siswa. Wali murid diminta membayar Rp 60 ribu untuk 5 LKS. Di sekolah ini jumlah murid mencapai 300 siswa. Jika dikalkulasikan para pihak yang menjual LKS akan memperoleh omzet hingga Rp 18 juta.

    Hal serupa juga diungkapkan seorang wali murid lainnya dari SDN 4 Banda Sakti. Anaknya yang masih sekolah di kelas II diwajibkan membeli 6 LKS kepada guru atau wali kelas dengan biaya Rp75 ribu. Di sekolah ini jumlah murid 400 siswa dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp30 juta.

    "Padahal kan sudah ada buku ajar yang dibeli dari dana BOS. Atau kita minta pihak terkait untuk memeriksa sekolah-sekolah apakah mereka memiliki buku ajar seperti yang dilaporkan setiap penggunaan dana bos," ujar wali murid yang juga pegiat LSM, Tri Nugroho. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini