• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bongkar Pasang Bos 7 BUMN Besar Jelang Tutup Tahun

    Arief Salman
    Minggu, 26 Desember 2021, 12:47 WIB Last Updated 2021-12-26T05:47:41Z
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi sejumlah perusahaan pelat merah dalam sepekan terakhir. Hal ini dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

    Pertama, Erick membongkar jajaran direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Ia menunjuk Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal menjadi Direktur Utama Semen Indonesia.

    Donny menggantikan posisi Hendi Prio Santoso yang sebelumnya duduk di pucuk pimpinan BUMN Semen Indonesia.

    Selain itu, Erick mengangkat beberapa anggota baru di jajaran direksi Semen Indonesia. Mereka adalah Yosviandri sebagai Direktur Operasi, Aulia Mulki sebagai Direktur Strategis Bisnis dan Pengembangan Usaha, dan Agung Wiharto sebagai Direktur SDM dan Umum.

    Selain mengangkat anggota baru, Erick memberhentikan anggota direksi lama. Detailnya, Hendi, lalu Benny Wendry dari kursi direktur produksi, Tri Abdisatrijo dari direktur engineering dan proyek, Fadjar Judisiawan dari direktur strategi bisnis dan pengembangan usaha, serta Tina T Kemala dari direktur SDM dan hukum.

    Kedua, Erick merombak susunan direksi Jasa Marga. Ia menunjuk Ade Wahyu sebagai Direktur Keuangan perusahaan itu.

    Ade menggantikan Donny yang mendapatkan amanat baru menjadi orang nomor satu di Semen Indonesia.

    Kemudian, pemegang saham juga mengangkat Reza Febriano sebagai Direktur Bisnis menggantikan Mohamad Agus Setiawan. Agus kemudian dialihkan ke jabatan Direktur Pengembangan Usaha menggantikan Arsal Ismail.

    Kemudian, Bagus Cahya Arinta B. ditunjuk menjadi Direktur Human Capital dan Transformasi. Bagus menggantikan Enkky Sasono Anas Wijaya yang diberhentikan dari posisi tersebut.

    Ketiga, Erick mengubah susunan direksi PT Timah (Persero). Ada empat direksi yang dirombak.

    Ia mencopot Mochtar Riza Pahlevi dari posisinya sebagai direktur utama Timah dan menunjuk Achmad Ardianto sebagai pengganti. Kemudian, Alwin Akbar ditunjuk untuk menggantikan Agus Pratama sebagai Direktur Operasi Timah.

    Selanjutnya, Erick mencopot Wibisono sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko dan menunjuk M Krisna Sjarif sebagai gantinya.

    Terakhir, Yennita ditunjuk sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Timah untuk menggantikan Muhammad Rizki.

    Bukit Asam

    Keempat, Erick membongkar direksi PT Bukit Asam Tbk. Ia menunjuk mantan direktur pengembangan usaha Jasa Marga Arsal menjadi Direktur Utama Bukit Asam.

    Arsal menggantikan Suryo Eko Hadianto yang sebelumnya menjadi orang pertama di Bukit Asam. Selain itu, pemegang saham juga mengangkat Suherman sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Rafli Yandra sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

    Kelima, PT PAL Indonesia (Persero). Erick menggeser posisi Didik Prasetyo dari jabatan Plt Komisaris Utama PT PAL menjadi Direktur PTPN VIII.

    Keenam, PT Aneka Tambang Tbk alias Antam. Erick mengangkat Nicholas D Kanter sebagai Direktur Utama Antam menggantikan Dana Amin yang menjabat sejak 19 Desember 2019 lalu.

    Selain Nicholas, Erick juga menunjuk Basar Simanjuntak sebagai Direktur Sumber Daya Manusia menggantikan Luki Setiawan Suardi. Kemudian ada Elisabeth RT Siahaan selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang menggantikan Anton Herdianto.

    Lalu, kursi Direktur Operasi dan Produksi digeser dari Risono menjadi I Dewa Bagus Sugata Wirantaya.

    Ketujuh, PT Pupuk Indonesia (Persero). Erick mengganti dua direktur, yaitu direktur keuangan dan investasi dan direktur SDM, tata kelola, dan manajemen risiko.

    Erick mengangkat Wono Budi Tjahyono sebagai Direktur Keuangan dan Investasi menggantikan Listiarini Dewajanti. Sebelumnya, Wono berkarir di PT Bank Mandiri (Persero) sebagai Senior Vice President Corporate Banking.

    Selain itu, Erick juga mengangkat Tina T Kemala Intan sebagai Direktur SDM, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko menggantikan Winardi. Tina sebelumnya menjabat sebagai Direktur HC dan Legal PT Semen Indonesia (Persero).[cnnindonesia.com]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini