• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PMI Komit Wujudkan Indonesia Bebas Polio Bersama IFRC dan USAID

    Lentera Nasional@
    Selasa, 02 November 2021, 15:33 WIB Last Updated 2021-11-02T08:59:37Z
    Para nara sumber Kick Off Program Kesiapasiagaan Polio Palang Merah Indonesia, (2/11).
    Banda Aceh - Momentum peringatan Hari Polis Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) berkomitmen mendukung Program Pemerintah Indonesia dalam mengeradikasi polio pada peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio secara resmi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/11).

    PMI dengan dukungan dari Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) serta Badan Pembangunan Intemasional Amerika Senkat (USAID) akan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat melalui program dan layanan imunisasi polio dan akan mendorong peningkatan permintaan vaksinasi serta mengurangi penolakan terhadap vaksin di masyarakat. Selain itu, PMI juga akan meningkatkan pelacakan (surveilans) untuk kasus Lumpuh Layu Akut (Acute flaccid paralysis).

    Fokus pelaksanaan akan menargetkan daerah berisiko tinggi dan memiliki cakupan rendah terhadap program imunisasi polio di 5 provinsi, yaitu Aceh. Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.

    PMI akan menggunakan pendekatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana serta krisis kesehatan.
    Foto: Fachmi Idris Ketua Bidang Kesehatan & Sosial PMI Pusat.
    Ketua Bidang Kesehatan & Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan PMI untuk mendukung Pemerintah Indonesia agar imunisasi dasar menjangkau seluruh anak, baik melalui Program Imunisasi Nasional, Campak, Rubella, maupun program lainnya.

    "Penting sekali untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam memberi akses kepada seluruh anak Indonesia agar tehindar dari polio, campak dan rubella melalui Program Imunisasi Nasional. Relawan Palang Merah Indonesia merupakan garda terdepan dalam upaya eradikasi polio di Indonesia sehingga perlu untuk fokus pada kegiatan deteksi awal, pencegahan, dan peningkatan kapasitas sumber daya agar mampu melindungi anak-anak di Indonesia dari virus polio," tegasnya.

    Sebanyak 1.000 relawan Palang Merah di wilayah tersebut akan menenma pelatihan agar mampu mendukung Pemerintah Indonesia menggenjot program imunisasi polio.
    Jan Gelfand, Kepala Delegasi Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
    Kepala Delegasi Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jan Gelfand menambahkan, Asia Tenggara secara resmi telah terbebas dari polio sekitar tujuh tahun yang lalu, tetapi ia meyakini terdapat potensi bermunculan kembali. Tantangan di tengah pandemi yang masih berlangsung, lanjutnya, memerlukan adanya peningkatan upaya untuk melindungi setiap anak di Indonesia terhadap imunisasi dasar.

    "Pandemi tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat khususnya semua anak-anak Indonesia untuk mendapatkan akses imunisasi dasar. khususnya polio. Dukungan kepada Palang Merah Indonesia sangatlah penting untuk mencegah kemunculan kembali virus ini," tukasnya.

    Ryan Washburn, Mission Director USAID Indonesia mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil mengembangkan integrasi dan koordinasi antar lembaga untuk menyukseskan eradikasi polio.

    "USAID gembira dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan organisasi seperti Palang Merah Indonesia dan Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah untuk memberantas Polio dan memastikan vaksin polio menjangkau setiap anak di Indonesia, tanpa kecuali," tegasnya. (*/Rel)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini