Breaking News

PSSB Songsong Kemandirian dan Besarkan Klub

Suasana Pengurus dan Sesepuh PSSB mengadakan konferensi pers, (4/10).
Bireuen - Persatuan Sepakbola Seluruh Bireuen (PSSB) menyongsong kemandirian guna memaksimalkan kiprah klub sepak bolanya baik level regional, Nasional maupun Internasional.

Hal itu dikemukakan pengurus PSSB dibawah komando Mustafa Geulanggang saat mengadakan Konferensi pers bersama wartawan, baik dari media online, Cetak maupun Radio, di bekas stadion Cot Gapu Kota Juang Bireuen, Senin sore, 4 Oktober 2021.

Konferensi pers tersebut dihadiri langsung Ketua PSSB Mustafa Geulanggang, Sekretaris, Tarmizi Hamid, Aziz (Ajis Bengkel), sesepuh PSSB H. Sofyan yang lebih di kenal Yan PT serta sejumlah jajaran.

Untuk diketahui, stadion bersejarah kebanggaan masyarakat Bireuen itu sudah dirubuhkan oleh Pemkab setempat untuk dijadikan arena Ruang Terbuka Hijau.

Ketua PSSB mengatakan bahwa dirinya bersama manajemen telah meminta Kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera membangun lapangan pengganti dalam rentang waktu dua tahun kedepan.

"Kami telah meminta Pemkab Bireuen segera membangun lapangan pengganti dalam waktu dua tahun. Jika tidak diindahkan, PSSB akan menempuh jalur hukum guna menggugatnya," Sebut mantan Bupati Bireuen.

Sekretaris PSSB Tarmizi Hamid yang karib disapa "Tar Beuligat" mengemukakan rencana pihaknya akan mendirikan perseroan terbatas (PT) guna mengoptimalkan keuangan untuk operasional dan membesarkan klub secara mandiri.

"Kita berencana akan mendirikan PT untuk optimalisasi keuangan seperti yang telah dijalankan Klub-klub besar sepak bola lain di Nusantara, sehingga nantinya kita bisa sesempurna mungkin memenej segala kebutuhan secara mandiri," ujar Tar Beuligat.

Dilanjutkannya, jika kita tidak ada suatu kepastian pemasukan dana, untuk membina serta membesarkan tim PSSB sangat terkendala, di sebabkan segala sesuatu berjalan harus didukung dengan uang.

Sementara Yan PT sebagai sesepuh PSSB sangat mensuport gagasan pengurus PSSB sekarang seperti yang telah dikemukakan Ketua maupun Sekretaris PSSB.

"Kami sangat mendukung gagasan atau ide seperti diungkapkan adinda kami Tar Beuligat. Karena jika kita terus-terusan membiarkan hal sepeti yang lalu, maka besar kemungkinan PSSB akan lenyap ditelan masa," sebutnya.
Pengurus PSSB tidak mungkin selalu harus menjadi peminta-minta untuk membesarkan tim. Pungkas Sofyan. (*)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini