Breaking News

Penguatan Profesional Anggota, Pers UNIKI Gelar Bimtek Jurnalistik

Prosesi berjalannya Bimtek Jurnalistik, (7/10).
Bireuen - Dalam rangka penguatan profesional kerja dan kemampuan anggota unit kegiatan mahasiswa pers "Potret" kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), maka menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) sehari tentang jurnalistik, khususnya kemampuan mengemas berita dan gambar dengan gaya modern, demikian keterangan Ketua Pers Potret Mahasiswa Kampus UNIKI, Eka Maha Putra, Kamis (7-Okt-2021).

Kegiatan Bimteks selain di ikuti oleh mahasiswa yang terbagung dalam unit pers ini, juga perwakilan dari setiap Badan Eksekutif Mahasiswa di lingkungan UNIKI, dengan mengundang pemateri praktisi jurnalis, pimpina media online dan akademisi, ujar Eka. Ya, Alhamdulillah, ada dua sesi yang disusun dalam acara Bimtek ini, dengan narasumber Tawakal, M.Pd jurnalis medianad.com yang juga dosen UNIKI, dan Fachrurazi, pimpinan dan jurnalis media Online lenteranasional.com pungkas Eka.

Dalam pengantar pembukaan Bimtek, mewakili Wakil Rektor III, dibuka oleh Kabag Kemahasiswaan Mahyu danil, SE., M.Si. Saya rasa dunia Pers adalah salah satu profesi pendukung akademik, dan produk pers sudah menjadi konsumsi masyarakat setiap hari. Maka mahasiswa selayaknya ada yang tertarik menuangkan pikiran dan keilmuannya untuk membangun pers bebas yang aktif, bermutu dan bertanggungjawab, sebut Mahyu.

Lebih lanjut, dosen Ekonomi UNIKI ini, menyatakan, "Mudah-mudahan dengan Bimbingan Teknis atau Bintek yang di ikuti ini akan mendapat ilmu dan keterampilan, bagaimana membuat berita dan menuangkan pikiran dalam mendeskripsikan fenomena sosial yang dilihat. Hal ini akan terwujud, karena pemateri atau narasumber hari ini adalah praktisi dan akademisi," ujar Mahyu.

Narasumber pertama, Tawakal, M.Pd membahas dan mendiskusikan tentang etika dalam jurnalistik menyatakan, karena pekerjaan jurnalis membuat berita dari fenomena yang terjadi dan atau mungkin terjadi sebagai langkah penyelamatan atau mitigasi, maka semua itu di dasarkan pada kode etik yang telah disekati dengan pekerjaan jurnalistik. Yakni adanya sifat Independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. Juga berlaku Profesional, dengan menghormati hak privasi orang, dan berita tdipastikan faktual dan jelas sumbernya alias tidak plagiat. Juga kata Tawakal, penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.

Sementara, pemateri lainnya, Fakhrurazi, mengingatkan kepada peserta, karena menulis berita adalah merupakan suatu upaya menyampaikan sebuah informasi maupun kabar yang mengenai sesuatu kejadian atau hal dalam bentuk tertulis. Maka seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif.

Sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan serta tanpa adanya kesalahan tafsir. Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa yang layak untuk dijadikan berita, dan mana yang tidak, jelas Razi yang juga mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum UNIKI ini.

Hal tersebut bertujuan agar apa yang dituliskan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat maupun orang pembaca berita. Tentu dalam menulis berita harus dapat memilih berita yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan, tambah jurnalis lenteranasional.com ini.

Kegiatan di akhiri dengan tes kemampuan langsung terhadap peserta Bimtek yakni menulis berita sesuai dengan tema yang diberikan instruktur.

Sumber: Pers UNIKI.
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini