• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemkab Bireuen Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

    Lentera Nasional@
    Senin, 25 Oktober 2021, 15:22 WIB Last Updated 2021-11-05T08:39:55Z
    Bupati Bireuen DR. H. Muzakkar A Gani SH MSi saat menyerahkan beasiswa secara resmi kepada seorang santri. 
    Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah mengelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di halaman pendopo Bupati Bireuen, Senin (25/10).

    Kegiatan itu, dihiasi dengan penyerahan beasiswa kepada santri diantaranya kepada santri juara pada Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK).

    Bupati Bireuen DR. H. Muzakkar A Gani, SH, M.Si mengatakan bahwa Pemkab Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah di Tahun 2021 telah mengalokasi beasiswa miskin kepada 1000 orang santri yang berprestasi dan hafid Qur'an khusus yang kurang mampu. Kepada setiap santri diberikan beasiswa sebesar satu juta rupiah.

    Selain itu, bertepatan satu tahun Kabupaten Bireuen ditetapkan sebagai Kota Santri, Pemkab juga menyerahkan beasiswa miskin bagi santri sebanyak 1000 orang dengan berbagai kategori.

    Muzakkar A.Gani juga mengatakan, sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Seperti peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini "Santri Siaga Jiwa Raga".

    "Maksud tema Santri Siaga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia," sebutnya.

    Dilanjutkannya, siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan Iil’aIamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

    "Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia," tegasnya.

    Menurutnya, Tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi Corona Virus Desease (COVID-19) seperti sekarang ini, di mana santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D yakni, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini