Breaking News

Pembangunan RS Regional Dimulai. Bupati Bireuen Sebut "Menggapai Mimpi"

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur Rumah Sakit Regional Kabupaten Bireuen, (13/10).
Bireuen - Setelah direncanakan pada Tahun 2014 lalu oleh Pemerintah Aceh dan mendapat alokasi dana dari APBA TA 2021 pembangunan Rumah Sakit Regional Kabupaten Bireuen dimulai.

Hal itu terbuktikan dengan berlangsungnya peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur yang berlokasi di Gampong Cot Buket Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen dan dilakukan secara resmi oleh Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, M.T., diwakili Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif bersama Bupati Bireuen DR. H. Muzakkar A Gani SH, M.Si., dihadiri jajaran Pemkab Bireuen dan Ulama serta para tokoh masyarakat lainnya pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Atas nama Gubernur Aceh, dr. Hanif mengatakan, pada prinsipnya Pemerintah Aceh sangat mendukung program pembangunan Rumah Sakit Regional di Kabupaten Bireuen.

Walupun agenda penting itu sudah lama dinanti realisasinya, namun masyarakat Bireuen harus bersyukur karena pembangunannya bisa dimulai hari ini.

Dikatakan Hanif, nantinya di Rumah Sakit dimaksud dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang ICU, DCU, PCU. Kemudian 8 kamar Operasi serta polyclinic ditambah instalasi gawat darurat.

Tentu pada program tersebut, lanjut Kadinkes Aceh, prosesnya membutuhkan waktu beberapa tahun kedepan, karena berdasarkan hitungan konsultan perencana diperkirakan akan menelan dana lebih kurang Rp.300 Miliar.

"Pada APBA tahun ini pemerintah Aceh baru bisa mengalokasikan sebesar 10% yaitu sekitar Rp.30 Milliar. Ia berharap semoga tahun depan RS Regional Kabupaten Bireuen akan mendapatkan alokasi yang lebih besar lagi sehingga pembangunannya bisa berjalan lancar serta selesai dikerjakan secepatnya," sebut dr. Hanif.

Ia mengharapkan Pemkab Bireuen bersama seluruh masyarakat untuk terus mendukung serta memikirkan kelengkapan sarana pendukung lain seperti jalan, air bersih maupun jaringan-jaringan listrik yang diperlukan. Sehingga nantinya rumah sakit bisa beroperasi dengan baik.

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen mengawali dengan menyampaikan bahwa mewujudkan Rumah Sakit Regional di Kabupaten Bireuen layak disebut "mengapai mimpi".

Menurut Bupati, hal itu didasari dari prakarsa dirinya bersama Gubernur Aceh yang saat itu dijabat dr. Zaini Abdullah atau biasa disebut 'Abu Doto'. Beliau berkeinginan melahirkan kegiatan yang monumental dan untuk memenuhi kebutuhan fundamental rakyat Aceh di bidang kesehatan.

Salah satu adalah adanya Rumah Sakit Regional guna melayani kebutuhan masyarakat di Bireuen dan Kabupaten sekitar karena letaknya sangat strategis.

Muzakkar menguraikan sembari mengenang, tatkala itu Ia masih menjabat Assisten III Setda Aceh. Bersama Abu Doto, Sekda Aceh, Kadis Keuangan dan Kadinkes Aceh berdiskusi lalu muncul ide untuk merenovasi mesjid raya Baiturrahman Banda Aceh, mengadakan Rumah Sakit Regional menyebar di 5 Kabupaten/Kota serta membuat jembatan penyeberangan Unsyiah (sekarang bernama USK).

Lebih lanjut, Muzakkar mengulas, ketika Ia menjadi wakil bupati mendampingi alm. H. Saifannur pada Tahun 2017 silam. Dua hari pasca pelantikan, mereka merumuskan pembangunan rumah sakit regional sangat penting. Karenanya, beliau mengatakan "Kita cari dana walau sesedikit apapun anggaran yang ada di bireuen, kita harus beli tanah", karena menyediakan tanah merupakan kewajiban Pemerintah Daerah.

"Berikutnya kita mengajukan anggaran sebesar Rp. 30 Miliar kepada DPRK Bireuen. Namun karena keterbatasan anggaran, akhirnya kita bersepakat dengan ketua DPRK untuk menanggarkan sekitar Rp.18 Miliar guna membayar pembebasan tanah masyarakat dengan luas areal lebih kurang 16 dari 35 Ha kebutuhan.

Di akhir kesempatan, Bupati Muzakkar menitip pesan penting kepada pemerintah Gampong Cot Buket bahwa mendukung kelancaran proses pembangunan rumah sakit regional kabupaten Bireuen ini diharapkan Keuchik dan perangkatnya bisa bersinergi. (*)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini