• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Verifikasi Lapangan, Kadinsos Bireuen Temukan Kejanggalan UEP di Jangka

    Lentera Nasional
    Rabu, 08 September 2021, 14:19 WIB Last Updated 2021-09-08T07:30:28Z
    Mulyadi, SH, MSM., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen
    Bireuen - Setelah sekian lama bergulir isu bantuan pemerintah Kabupaten Bireuen melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dengan berbagai perspektif dari sejumlah pihak, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Mulyadi, SH, MSM memberi tanggapan.

    Kepada lenteranasional.com Mulyadi menuturkan, saat masalah bantuan UEP merebak, dirinya sebagai pengguna Anggaran di Dinsos Bireuen meminta dokumen pada bidang keuangan untuk verifikasi.
    Bukti dan Salah satu Aturan Perbendaharaan Keuangan.
    "Saat masalah Program bantuan UEP merebak, saya sebagai Pengguna Anggaran di Dinsos Bireuen langsung meminta dokumen pada bidang keuangan untuk verifikasi kembali," ujar Mulyadi.

    Dalam verifikasi, kata Mulyadi, Ia melihat bahwa uang dari kas Dinas di CMS ke rek penerima sebesar Rp2 juta, selanjutnya dana tersebut ditransferkan ke toko penyedia barang/jasa dengan bukti transfer sebesar yang masuk ke perimanya. Namun 20 penerimanya tidak terdapat bukti transfer ke toko penyedia.

    "Uang dari kas Dinas Sosial di CMS ke rek penerima sebesar Rp 2 juta, selanjutnya dana tersebut ditransferkan ke toko penyedia barang/jasa dengan bukti transfer sebesar yang masuk ke perimanya. Namun, setelah selesai verifikasi, kita temukan kejanggalan, disana terdapat 20 penerima bantuan di Kecamatan Jangka yang tidak ada bukti transfer ke rekening toko," beber Kadinsos.

    Kemudian, karena kian hari isu Bansos UEP terus bergulir, selaku Kadinsos Ia pun memanggil PPTK dan kasi yang menangani kegiatan dimaksud dan mereka (PPTK dan Kasi-red) menjelaskan bahwa penarikan dana oleh KPM di Kecamatan Jangka dilakukan secara Cash.

    "Ketika saya memanggil PPTK dan kasi yang menangani kegiatan, mereka menjelaskan bahwa penarikan dana oleh KPM di Kecamatan Jangka dilakukan secara Cash. Padahal Slip pemindah bukuan ada ditanda tangani oleh mereka (penerima-red)," ungkapnya.

    Dari temuan itulah Kadinsos minta didampingi PPTK turun ke lapangan bersamaan untuk menggali informasi dan hasilnya, penerima manfaat di Kecamatan Jangka terjadi pemotongan 400.000 per penerima. Bila kita kalkulasikan jumlahnya mencapai Rp 8 juta, saya panggil lagi PPTK dan kasi tadi, disitulah saya dapat informasi bahwa TKSK Kecamatan Jangka ada menyerahkan uang Rp 6 juta kepada salah satu Kasi di Dinsos tanpa sepengatahuannya.

    Diuraikannya, disana juga terungkap bahwa ada sejumlah toko penyedia juga memberikan komisi atau sebutan lainnya. Namun tidak seluruh toko. Hingga kini uang dari pemberian pihak toko itu masih belum digunakan oleh siapapun.

    "Nah, dari hasil tersebut saya sebagai Pengguna Anggaran (PA) di Dinsos Bireuen mempelajari aturan-aturan Keuangan. Pada UU No 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara, Pasal 16 ayat 4 dinyatakan bahwa, potongan atau komisi merupakan pendapatan Daerah. Serta di aturan lain juga disebut tercatat sebagai lain-lain penerimaan yang sah. Dari itulah saya ambil keputusaan serta saya perintahkan PPTK untuk setor ke Kas Daerah sesuai jumlah penerima dan dengan besaran potongan TKSK Kecamatan Jangka. Asumsi saya nanti hitungannya akan dilakukan kembali oleh inspektorat," jelas Mulyadi lagi.

    Berdasarkan Verifikasi di lapangan tersebut, dirinya menemukan ada oknum TKSK di Kecamatan Jangka yang tidak mengikuti mekanisme serta telah mengambil kebijakan sendiri dalam hal memotong bantuan itu.

    "Sekarang merebak isu di publik bahwa Kadis Sosial Bireuen begini dan begitu, padahal semua ada aturanya. Perlu dicatat, seperti dalam aturan komisi dan pemotongan sejumlah dana oleh mereka (TKSK-red) secara aturan otomatis menjadi pendapatan Daerah. Selanjutnya tergantung Pemerintah mau dimanfaatkan untuk kegiatan apa. Bukan untuk saya," tutup Kadinsos Bireuen Mulyadi, SH, MSM mengakhiri. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini