Breaking News

PBVSI Bireuen Protes Panitia Pra-PORA Volly Indoor atas Dugaan Pemalsuan Data 4 Pemain Kontingen Aceh Tamiang

Foto: Ilustrasi Cabang Olahraga Volly Indoor.

Banda Aceh - PBVSI Kabupaten Bireuen mengajukan protes ke panitia prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-Pora) cabang voli indoor, Selasa (21 September 2021).

Protes itu diajukan karena mereka menilai verifikasi data pemain kontingen Kabupaten Aceh Tamiang yang dilakukan panitia tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena disana ditemukan empat pemain Aceh Tamiang yang datanya palsu itu berhasil lolos dari verifikasi panitia dan bisa bermain saat melawan Bireuen pada Jumat (17/9/2021).
Foto: Agus Setiawan.
Laga itu sendiri dimenangkan oleh Aceh Tamiang dengan skor 3-2.

"Ketika Aceh Tamiang menghadapi Aceh Barat sehari kemudian, keempat pemain yang datanya dipalsukan itu akhirnya tak diizinkan bertanding setelah diprotes oleh tim lawan (Aceh Barat-red).

Saat itulah kami baru tahu bahwa tim voli indoor Aceh Tamiang memalsukan data empat pemainnya,” ungkap Manajer Tim Pra-PORA Cabang Bola Voli Bireuen, Agus Setiawan atau sering disapa "si Wen" pada Selasa (21/9) malam.

Agus menyebutkan, empat pemain Aceh Tamiang yang dipalsukan data oleh kontingennya adalah Roy Elfeisha yang memakai data atas nama T Febby Evansyah, selanjutnya, Doni Hernoya menggunakan data Angga Irnanda, kemudian Aulia Irfanda memakai data Abdi Ramadhani, dan Akhyar memakai data Saugil Khairi.

"Data pemain yang didaftarkan dengan yang dimainkan oleh Aceh Tamiang berbeda," ujar Agus seraya mengirim data dari Disdukcapil terkait identitas keempat pemain tersebut.

Setelah mengetahui Aceh Tamiang memalsukan data empat pemainnya, sambung Agus, pihaknya pada Sabtu (18/9/2021) mengajukan protes secara lisan dan tertulis ke panitia untuk menanyakan mengapa saat lawan Bireuen mereka bisa main.

"Mendapat protes kami, panitia berjanji akan memverifikasi kembali data keempat pemain itu sambil menunggu kedatangan tim Aceh Tamiang. Tapi, sampai pukul 01.00 dini hari mereka tidak datang," jelas Agus Setiawan.

Kemudian, lanjut Agus, panitia menyarankan pihaknya agar dapat membawa data sebenarnya keempat pemain pada Minggu (19/9/2021).

"Kami sudah melengkapi datanya sesuai dengan yang kami peroleh dari Disdukcapil, yang mana semua data berdasarkan KTP elektronik. Meski sudah jelas ada pemalsuan data, namun panitia hingga hari ini (kemarin-red) belum ada tindakan apa-apa,” timpalnya.

Karena itu, Ia mendesak panitia Pra-PORA Cabang Voli Indoor untuk mengambil tindakan terhadap tim yang memalsukan data pemain.

"Kalau dibiarkan ini akan jadi preseden buruk bagi pengembangan atlet-atlet muda di Aceh, khususnya di cabang voli indoor. Apalagi, menurut kami ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku," pungkas Agus Setiawan.

Untuk diketahui, Pra-PORA cabang Voli Indoor berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh pada 15-21 September 2021.

Sebanyak empat tim sudah dipastikan lolos ke PORA di Kabupaten Pidie, pada tahun 2022 yang akan datang. Mereka yang merupakan juara grup adalah Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Tamiang. Dimana kalau Panitia mau bersikap adil dan jujur, Bireuen langsung Lolos karna menempati juara Grup karna Menang Lawan Aceh Barat 3-0. Sedangkan runner up Aceh Barat.

"Setelah panitia menolak Protes Manager Bireuen, ada keinginan kami untuk mundur, tapi setelah kami mohon arahan dari Ketum PBVSI Bireuen Amri dan Ketua Harian KONI Bireuen Drs. Murdani mengarahkan agar sementara terima dulu keputusan panitia dan kita main di Play Off sambil menyemangati atlit. Lolos atau tidak dari Play Off soal Pemalsuan identitas (umur) kita tetap ajukan Protes Keras panitia kepada Asprov PBVSI Aceh dan PB. PBVSI Pusat, agar diproses sesuai aturan yang berlaku. Sportifitas dan Fair Play tetap harus dijunjung tinggi. Akhirnya kami tetap mengikuti arahan Ketua Harian KONI dan berlaga di Play Off bersama 3 Tim lainnya yakni Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Langsa untuk memperebutkan dua tiket sisa ke PORA 2022," beber Agus Setiawan.

Saat pertandingan dengan Aceh Tengah kami kalah 1-3, kalau boleh kami sampaikan banyak keputusan wasit yg merugikan kami, kasihan pemain yg bermain dalam tekanan. Pertandingan lanjutan Selasa Pagi kami Menang 3-0 Lawan Kota Langsa, sorenya yang berlanjut sampai malam kami dikerjain wasit lagi saat set ke empat, kami unggul 2-1 kedudukan 18-18. Keadaan terhenti. Sampai denga saat ini. Tutup Agus. (*)
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini