Breaking News

Oknum Guru Lecehkan Profesi Wartawan, Ketua PWI Aceh: Kurang Cerdas dan Tak Cerminkan Pendidik

Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman menyesalkan sikap seorang guru SDN Batu Itam Aceh Selatan."Itu sosok kurang cerdas dan tak mencerminkan seorang pendidik," Kata Tarmilin kepada Lentera Nasional di Banda Aceh, Minggu (26/09/2021).

Oknum guru berinisial NN tersebut, menurut Tarmilin Usman, menunjukkan sikap tidak terpuji dan asal ngomong. Ternyata sikap tersebut akan merugikan diri sendiri. Kini NN sudah dilaporkan ke polisi oleh sebuah LSM dan wartawan yang dianggap NN WTS.

"Apa yang dilakukan wartawan di sana, menunjukkan sikap profesional dalam bertugas. Kami berharap polisi dapat memproses sesuai hukum berlaku, apalagi dia seorang guru yang paham aturan," Harap Tarmilin Usman.

Begitu pun, kepada Pemkab Aceh Selatan, terutama bupati atau Kadis Pendidikan, jangan membiarkan oknum guru seperti itu merusak citra pemerintahan.

Apa yang dilakukan oknum NN dengan mengatakan wartawan WTS, sangat bertentangan dengan undang ungdang pers No 40 Tahun 1999. Wartawan dalam bekerja dilindungi uu tersebut.

NN itu, menurut Tarmilin Usman, tidak cerdas dan kurang memahami tentang media dan wartawan. Wartawan yang NN maksud merupakan wartawan sudah mengantongi kartu tanda lulus kopetensi.

"Begitu pun, media tempat wartawan itu menulis juga media sudah kompeten dan sudah mengantongi sertifikat verifikasi faktual Dewan Pers. Kalau ngomong mikir dulu," ungkap Tarmilin Usman.

Selain bertentangan dengan UU Pers No 40 Tahun 1999, jelas Tarmilin, NN juga bisa ditohok dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). NN bisa diancam hukuman empat tahun penjara.

Sebelumnya beredar rekaman percakapan yang diduga suaranya seorang oknum guru SDN I Batu Itam R alias NN yang mengatakan wartawan 'WTS'.

Menilai telah dihina dan dicemarkan nama baiknya, Jumat (24/9/2021), oknum guru NN resmi dilaporkan ke Polres Aceh Selatan, perwakilan LSM dan wartawan di Aceh Selatan.

Padahal sebelumnya wartawan dan LSM LIBAS sudah memberikan kesempatan kepada NN agar meminta maaf atas penghinaan tersebut, namun sangat disayangkan NN mengabaikan kesempatan tersebut

Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak, Hartini angkat bicara bahwa ia bangga terhadap LSM LIBAS dan wartawan, yang telah membuat pelaporan, atas penghinaan yang dilakukan oleh Oknum Guru SDN 1 Batu Itam terhadap profesi wartawan.

"Saya sesalkan seorang pendidik, bisa berkata kotor, terhadap profesi seorang wartawan, seharusnya oknum tersebut bisa memberikan contoh terbaik buat masyarakat, khusus nya kepada anak didik nya sendiri, jelas saya sebagai seorang aktivis mendukung penuh langkah yang di ambil oleh para wartawan dan LSM terbut," pungkasnya.
© Copyright 2022 - Lentera Nasional - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini