• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Advokasi Bireuen "Haji Uma Senator" Kunker ke DPRK

    Lentera Nasional
    Kamis, 02 September 2021, 22:46 WIB Last Updated 2021-09-04T17:10:09Z
    Anggota DPD RI, Sudirman (Haji Uma) dengan Ketua Komisi III DPRK Bireuen T. M. Mubaraq sedang berkomunikasi secara alot mengenai Kabupaten Bireuen, (2/9).
    Bireuen - H. Sudirman Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Asal Aceh melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Kamis (2 September 2021) dalam rangka mengadvokasi dan menjaring aspirasi.

    Kedatangan "Haji Uma Senator" itu disambut l Ketua Komisi III DPRK Bireuen T. M. Mubaraq didampingi Kepala Bagian Risalah yakni DR. Mukhtaruddin, SH, MH, bersama sejumlah jajaran kesekretariatan Dewan setempat.
    Suasana pertemuan Anggota DPD RI, H. Sudirman dengan Jajaran DPRK Bireuen, berlangsung di Ruang Sekwan.
    Kunjungan anggota DPD RI Dapil Aceh tersebut di Kabupaten Bireuen pula sembari mempererat tali silahturahmi sekaligus melaksanakan tugasnya yang antara lain yaitu Advokasi dan singkronisasi persoalan Kabupaten Bireuen yang berkaitan dengan Postur Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) Tahun Anggaran 2022.

    "Dikarenakan tidak lama lagi akan ada agenda pembahasan anggaran di tingkat Pusat, maka yang mengenai postur APBN Tahun 2022 perlu kita advokasi dan singkronisasi dengan PEMDA di se-Aceh, supaya kita tahu persis mana saja yang menjadi persoalan krusial serta perlu diakomudir Pemerintah Pusat," Tutur Sudirman.

    Lanjut Senator yang Populer lewat Serial komedi Aceh "Eumpang Breuh" itu bahwa Kabupaten Bireuen belum mengusulkan program-program ke pusat yang nantinya bisa di input ke dalam R-APBN TA 2022 karena, setelah kita koordinasikan masih dalam tahapan koordinasi dan singkronisasi dengan semua Stecholder.

    Menurutnya, Kabupaten Bireuen merupakan salah satu sampel dari Kabupaten/Kota se-Aceh lainnya di Dapil Aceh untuk disuarakannya.

    Menjadi suatu perhatian bagi Sudirman jika PEMDA mengalami kendala, khususnya di Bireuen sendiri disebabkan pemotongan dana dari Pemerintah Pusat selama pandemi Covid-19 melanda nusantara.

    "Terpantau dan menjadi perhatian kami, kini Kabupaten Bireuen berada pada situasi transisi, dimana hal dimaksud terjadi akibat dipertengahan jalan terjadi pengantian tampuk pemerintahaan karena Bupati sebelumnya Meninggal Dunia hingga digantikan oleh pasangannya yaitu Wakil Bupati pada masa itu Dr. Muzakkar A Gani SH MH. Kami juga melihat bagaimana potret sinergitas pembangunan, sesuai dengan visi-misi saat mereka mencalonkan diri," ucapnya.

    Berikut, minimnya Pendapat Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen pun menjadi suatu kajian bagi kami, apalagi dengan masyarakatnya yang sangat luar biasa di bandingkan Kabupaten/Kota lain di Aceh. Ia menekankan Pemkab Bireuen harus mensiasati serta melahirkan regulasi yang dianggap belum komprehensif.

    Ia mencontohkan Pajak Restribusi seperti di bidang perikanan. Didalamnya banyak kekosongan dan sesungguhnya bisa diambil manfaat oleh pemerintah. Selama ini Pemkab sepertinya belum masuk keranah itu, maka kedepan kita harapkan Eksekutif dan Legislatif mungkin dengan melibatkan stakeholder lain di Bireuen harus membuat regulasi yang konprensif, sehingga tidak terkesan di publik di Kabupaten Bireuen terjadinya kebocoran PAD seperti kini," lanjutnya.

    Sementara T. M. Mubaraq selaku Ketua Komisi III DPRK Bireuen mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Senator Sudirman. Kunjungan kerjanya ke DPRK Bireuen merupakan suatu kehormatan baginya.

    "Kita di DPRK Bireuen sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Haji Uma. Suatu kehormatan bagi DPRK Bireuen. Mewakili rekan DPRK lainnya, saya selaku ketua Komisi III DPRK Bireuen merasa lega karena bisa menyampaikan berbagai aspirasi daerah ke Pemerintah Pusat melalui beliau," beber Mubarak, sang politisi Partai Golkar itu.

    Diharapkan, kedepannya supaya Anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke Kabupaten Bireuen Anggkanya riil (pasti) sehingga tidak terjadi tarik-ulur realisasinya hingga mengganggu proses Pembangunan Kabupaten Bireuen.

    "Kami mengharapkan kedepannya supaya Anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke Kabupaten Bireuen Anggkanya pasti sehingga tidak terjadi tarik-ulur realisasinya hingga mengganggu proses Pembangunan. Persoalan seperti ini menjadi pengalaman DPRK Bireuen pada APBN TA sebelumnya, karena terjadi Refokusing anggaran yang mengakibatkan harus berubahnya peningkatan Pembangunan di Bireuen sesuai harapan Masyarakat," Ungkap Dewan periode 2019-2024.

    Ditambahkannya, dengan kehadiran anggota DPD RI ke Bireuen, semua aspirasi Masyarakat yang telah kita kemukakan bisa disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

    Mubaraq sempat juga mengungkapkan kepadanya (Sudirman-red), mengenai rencana Pembangunan Puskesmas tipe D di Dua Kecamatan, masing-masing adalah di Kecamatan Jeunieb dan Peusangan Bireuen.

    "Saya sempat juga mengungkapkan kepada beliau mengenai rencana Pembangunan Puskesmas tipe D di Dua Kecamatan, masing-masing adalah di Kecamatan Jeunieb dan Peusangan Bireuen," lanjutnya lagi.

    Hal itu dirasa perlu demi tercapainya pemenuhan layanan kesehatan yang kepada Masyarakat, utamanya di Kecamatan dimaksud serta sejumlah Kecamatan tetangga, hingga mudah dijangkau. Yaa minimal bisa mengambil tindakan awal medis secara Optimal," pungkas Ketua Komisi III DPRK Bireuen. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini