• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Rektor UNIKI Teken MoU Dengan Pemerintah Aceh

    Lentera Nasional
    Minggu, 15 Agustus 2021, 12:06 WIB Last Updated 2021-08-16T05:11:11Z
    Rektor UNIKI Prof. DR. H. Apridar, SE, M.Si bersama Kepala BPSDM Pemerintah Aceh Syaridin, S.Pd, M.Pd., pasca penandatanganan MoU, (14/8).
    Bireuen - Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Prof Dr Apridar, SE, M.Si melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Gubernur Ir Nova Iriansyah, MT., atas nama Pemerintah Aceh, Sabtu (14 Agustus 2021).

    Prof. Apridar mengatakan, kerjasama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman dalam jangka waktu 2021-2025 ini mengenai Penyelenggaraan Tri Darma dan Pelatihan Softskill SDM bagi Masyarakat Aceh yang didasarkan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah, Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 28 Tahun 2019 tentang Beasiswa Pemerintah Aceh.

    Hadir mewakili Pemerintah Aceh dalam kerjasama di Kampus UNIKI yaitu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh Syaridin, S.Pd, M.Pd didampingi Kabid Kerjasama sembari beramah tamah dengan Rektor UNIKI, Wakil Rektor II Chairul Bariah, SE, M.M, Wakil Rektor III Drs. Win Konadi, M.Si, Kepala Penjaminan Mutu, Dr. Fauzi, M.Kom.I dan Kepala Sekretariat Pascasarjana Magister Manajemen, Kamaruddin, S.Pd, M.M.

    Syaridin menyatakan, sebagaimana telah diketahui masyarakat Aceh, program pengembangan mutu pendidikan Aceh, dikemas dalam program "Aceh Carong".

    Untuk hal ini, lanjut Syaridin, Gubernur telah menyetujui dan terus berupaya untuk membantu beasiswa bagi siswa yang ekonomi keluarganya rendah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi, khususnya pada pendidikan vokasi.

    Disamping itu juga terus menambah kuota beasiswa untuk calon mahasiswa S-1 bahkan Pascasarjana.

    Syaridin menjelaskan, selama ini pihaknya telah membangun kerja sama dengan sembilan lembaga pendidikan tinggi vokasi di Indonesia. Di antaranya ada Politeknik Pariwisata di Banyuwangi dan Politeknik Akamigas di Jawa Tengah. Di kesembilan lembaga tersebut Pemerintah Aceh telah mengirimkan putra-putri Aceh untuk menempuh pendidikan yang dibiayai oleh Pemerintah Aceh.

    Tahun ini, jelas Syaridin, ada sebanyak 6.785 orang mendaftar sebagai calon penerima beasiswa Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh. Sedangkan beasiswa yang tersedia hanya 2.120 kuota. Besarnya antusias masyarakat pembelajar untuk itu sangat kami apresiasi, semoga di tahun depan dapat kita tambah lagi kuota beasiswa ini, harapnya.

    Rektor UNIKI berharap kepada pihak Pemerintah Aceh melalui BPSDM terus memprogramkan lebih serius lagi bantuan beasiswa ini, agar pendidikan anak bangsa di Aceh ini terus dapat ditingkatkan. Mengingat masih banyak anak-anak yang kurang mampu dari segi ekonomi, tetapi memiliki potensi akademik yang baik, juga anak-anak kita korban konflik perlu kita perhatikan lebih serius.

    Setiap tahun, kami di UNIKI menemukan hal ini, tambah Rektor. Alhamdulillah, kita bisa menolong mereka dengan adanya beasiswa melalui KIP Kuliah dan harapannya juga dari beasiswa Pemerintah Aceh melalui BPSDM ini, pungkas Prof Apridar. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini