• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    HMI Laksanakan Diskusi Virtual Peringati Hari Perdamaian Aceh ke-16 Tahun

    Arief Salman
    Senin, 16 Agustus 2021, 08:14 WIB Last Updated 2021-08-16T01:14:33Z
    Sigli- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli sukses gelar diskusi virtual memperingati Hari Perdamaian Aceh dengan tema 16 Tahun Damai Aceh; Kesejahteraan Milik Siapa? via Zoom Meeting. Minggu, 15 Agustus 2021.

    Adapun narasumber dalam diskusi tersebut adalah Muhammad MTA (Aktivis gerakan 1998/ Juru Bicara Pemerintah Aceh), Nurzahri, ST (Aktivis gerakan 1998/Juru Bicara Partai Aceh) dan Zulfata (Sekretaris Umum BADKO HMI Aceh) serta dimoderatori oleh Mahzal Abdullah (Ketua Umum HMI Cabang Sigli).

    Dalam panduannya, Mahzal mengatakan Aceh masih termiskin se Sumatera dan Nasional.
    "Otsus yang berisi rupiah begitu besar, kemanakah kucuran rupiah yang begitu deras itu mengalir?," pantiknya dalam pembukaannya.

    Nurzahri dalam pemaparannya menyampaikan bahwa range kemiskinan hari ini terhitung baik dan menuju kesejahteraan.

    "Angka kemiskinan kita sebelum damai itu 43% dan kini menjadi 15%. Kepemimpinan Nova Iriansyah tak mampu mengurangi angka kemiskinan dan masih stagnan pada angka (15%), Partai Demokrat perlu mengevaluasi kadernya itu," jelasnya.

    Muhammad, MTA menyanggah pernyataan itu dan mengatakan, Aceh hari ini telah lebih baik, penting bagi kita untuk menjaga komunikasi yang baik antara Eksekutif dan Legislatif Aceh untuk mencapai kesejahteraan.

    "Kesejahteraan itu harus adanya sinergi antar sesama pemangku kebijakan (Eksekutif dan Legislatif), Pemerintah Aceh berupaya terwujudnya menciptakan kesejahteraan melalui Beasiswa, Jaminan Kesehatan, dan itu masih ada hingga sekarang," jelasnya dalam diskusi yang dipenuhi oleh millenial itu.

    Sementara itu, Zulfata dengan gaya provokasi khasnya mengatakan, Rakyat belum sejahtera.

    "Kesejahteraan masih milik lingkaran pejabat, bukan rakyat dan ini pr besar bagi kita membangun Aceh tanpa saling menyalahkan sana-sini," ungkapnya lugas.

    Diskusi tersebut turut dihadiri oleh Fadhlullah TM Daud (Wakil Bupati Pidie), Teuku Syahwal (Ketua KNPI Pidie), Taufiq A Rahim (Akademisi Aceh), Zulkifli (Akademisi), aktivis muda yang memantau dari berbagai daerah. (Tajul)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini