• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pena Lelaki Tua

    Lentera Nasional
    Selasa, 20 Juli 2021, 22:39 WIB Last Updated 2021-07-20T15:39:40Z
    Penulis: Ir. T. Samsul Bahri, MK
    Tujuan hidup penulis pasti akan berbeda, dengan tujuan hidup rekan pembaca miliki. Pengertian tujuan hidup menurut para ahli adalah proses menetapkan identitas diri yang dimiliki seseorang.

    Dengan kata lain, kita bisa mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tujuan hidup adalah mereka yang memiliki identitas diri yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kita mengambil suatu perjalanan seorang gembala pena lelaki tua yang tekun duduk di kursi meja kerja, dia tidak menghiraukan kejadian disampingnya, yang ia pikirkan apa yang menjadi tujuan hidup anak bangsa ini saat ini dan akan datang, dan apa mimpi mereka melihat kejadian yang semakin hiruk pikuk ragam kemunafikan.

    Lembaran kertas yang awalnya putih tanpa setitik goresan mulai terlihat coreng moreng dengan gaya leter-leter berwarna hitam tapi nyata. Meski raut wajah telah terlihat kerut menua, tapi lekuk ketegasan jelas terlukis di parasnya, jari-jari tua lincah berdansa dengan pena, menyusun bait demi bait memainkan kata-kata, sepanjang hidup persoalan kemanusiaan tiada pernah usai dari perdebatan dan mendapatkan titik penutup.

    Pena lelaki tua itupun semakin lancar meneteskan tinta diatas lembaran kertan yang suci dan murni, secarik naskah dia tulis persiapkan seksama, sekapur sirih akan dilisankan saat perpisahannya, Candra mendatang adalah keriaan ulang warsa, sebagai tanda telah purna masa bakti pada negara. Setelah puluhan tarikh memberikan pikir dan raga, bergiat daya serahkan segenap kinerja.

    Dalam benak tuanya selalu ada pembahasan kemana arah hidup anak bangsa ini dan apa yang di inginkan oleh anak bangsa ini dalam mengakhiri kemelut bangsa. Haruskan berdiam diri atau berontak bagaikan serigala, namun diri tuanya terhenyak ketika muncul sebuah sinar kebenaran, dan ia berkata pada dirinya, Tuhan lebih berkehendak, seorang kuli tinta hanya dapat menyampaikan apa yang ia lihat.

    Lelaki tua semakin bergelora, ayunkan penanya menulis kalimat-kalimat penyemangat atma, baris-baris kata petuah bagi para sejawat muda semakin gencar pada goresan penanya, cerita bernas inspirasi saat masa lelaki itu berkarya, goresan tinta berkisah perkara kuasanya dimasa lalu kiprah yang selalu khalis dari suap arta, tiada suah merakus hasil laku curang dana nagara.

    Namun apapun keihlasan bagi seorang kuli tinda selama masa perjuangannya membentengi negara ini, di akhir masa Ia pun majadi seperti tinta yang menetes di atas kertas, menjadi pudat hingga luntur ditelan waktu. Inilah hidup Gembala tinta.

    Melalui pena rancap ditulisnya pesan bijaksana, jauhi laku pat gulipat mudaratkan bangsa krida gigih akan menghindarkan kita, dari segala bencana dan marabahaya. Akhirnya hari masa perpisahan lelaki tua tiba, wejangan terakhir memburai pada kita, jaga tabiat cakap dan moral berkarya agar sarwa, Bagas waras, kalis ing rubeda, nir ing sambikala, lelaki tua berpisah serahkan wasiat berharga, sebuah pena rancap integritas sahaja, kepada aku, kamu, dan kita, untuk teruskannya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini