• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ketika Pengkritik Jadi Penikmat

    Lentera Nasional
    Senin, 05 Juli 2021, 10:43 WIB Last Updated 2021-07-05T03:43:19Z
    Penulis: Sayed Chairul Raziq
    Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis dari FISIP Almuslim.


    Bireuen - Ketika pengkritik jadi penikmat maka semua akan selamat sesuai kebersamaan yang di ajak nikmat, dulu katanya idealis tapi akhirnya harus menjilat. Betapa rusaknya citra pergerakan dan merusak moral perjalanan. Ada yang menjadi korban dan pion-pion yang sejalan, tipu daya yang menawan atas nama rakyat, seolah suci tanpa dosa berbicara di hadapan keramaian. 

    Panggung orasi akan jadi pentas drama  yang sudah mereka hancurkan, mereka yang suci dan polos menjadi ajakan juga pernah di korbankan yang akhirnya penikmat itu hanya orator dan tim sekelilingnya saja.

    Dulu mengkritik panas dan pedas, ketika mendapat tawaran untuk menerima segelas air susu, mereka rela menggadaikan idealisme saat ujian perut berhadapan.

    Para penjilat kekuasaan, sebaiknya menimbang dahulu perasaan masyarakat atau rakyat. Jangan sekedar memikirkan karir dan uang.

    Sungguh miris mereka yang mengorbankan pergerakan perjuangan, mereka menyusup dalam barisan untuk kepentingan mengatas namakan kaum intelektual hingga harga diri tergadaikan demi uang sesaat dan akhirnya semua sirna dan diam. 

    Matinya arus pembela rakyat karena sikap bejat dan berdosa oknum yang membunuh gerakan mulia seolah sikap yang di tunjukkan ialah Pahlawan Rakyat seperti tokoh pemuda atau mahasiswa pada dasarnya hanyalah kobohongan belaka dan itu nyata saat tujuan yang di inginkan sudah tercapai.

    Seyogyanya gerakan pemuda dan mahasiswa harus terus tumbuh dan berjalanan selalu mengawasi pemerintah dalam melayani masyarakat dan terus maju serta bergerak meyuarakan kebenaran dan melawan kedhaliman. (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini