• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sudah Dua Kali Warga Lingkar Tambang Mengungsi; Usman Lamreung Menilai PT Medco E&P Malaka Lengah

    Selasa, 29 Juni 2021, 20:47 WIB Last Updated 2021-06-29T13:47:00Z
    Aceh Timur, LenteraNasional. Com. Selasa 29 juni 2021 - Ratusan warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kebupaten Aceh Timur, kembali mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam, setelah mencium bau gas di desa mereka yang berdekatan dengan tambang gas Blok A. Peristiwa bau gas ini berulang lagi kedua kalinya, sepertinya PT Medco E&P Malaka lalai dan belum mampu menanggulangi masalah yang seharusnya tidak terulang lagi. 

    Mengingatkan lagi peristiwa yang sama terus saja terulang setahun setelah  BLOK A memulai operasi (Bulan_Mei 2019), tepat rasanya kita kembali mendesak Medco E&P Malaka untuk mensosialisasi kepada publik secara terbuka tentang bahayanya H2S. Karena selama ini Medco di nilai hanya memberikan solusi dari aspek sosial semata, melalui pemberian kompensasi uang, daging, dan lainnya, tanpa menjawab persoalan mendasar yaitu bahaya H2S dan rencana mitigasinya.

    Menurut Usman Lamreung, penduduk areal tambang gas BLOK A berhak mendapatkan informasi dan Medco E&P Malaka berkewajiban menjelaskan resiko dan bahaya H2S, disertai penjelasan secara teknis dan detail rencana mitigasinya, misalkan menyangkut deteksi gas, jalur dan lokasi evakuasi (dalam dua insiden sebelumnya, warga lakukan evakuasi secara mandiri, tanpa ada deteksi gas sebelumnya).

    Menurut Usman Lamreung, desakan sosialisasi terbuka, mengingat sudah sepatutnya masyarakat yang hidup pada areal proyek gas tersebut diberitahukan akan bahaya H2S, sebagai bagian resiko dari suatu proses produksi, sebagaimana diketahui, produksi gas di BLOK A memiliki tingkat resiko tinggi, sehingga PT Medco sebagai operator BLOK A dalam kegiatan operasionalnya benar-benar memprioritaskan keselamatan warga di areal proyek.

    PT Medco E&P Malaka sebagai operator BLOK A tentunya mempunyai standard pengelolaan resiko dan keselamatan (risk and safety management plan), namun Usman Lamreung meragukan Medco serius menerapkan dilapangan, mengingat insiden yang sama terus berulang, dan berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

    Lebih lanjut Usman lamreung juga berharap melalui sosialisasi secara terbuka, masyarakat akan siap dan sadar untuk hidup berdampingan dengan kegiatan tambang yang beresiko tinggi dan bersama-sama dengan stakeholder lainnya menyusun konsep Early Warning System (EWC) berbasis masyarakat, sebagai bagian mitigasi kebencanaan. 

    PT Medco harus serius dan konsisten dalam menjalankan operasi Blok A benar-benar mempertimbangkan keselamatan warga sekitar lokasi tambang, bukan hanya tindakan sporadis ketika terjadi masalah atau bencana, namun harus dibarengi dengan edukasi masyarakat sekitar, agar kehidupan warga tidak terganggu, tutupnya. (Mw) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini