• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Polda Aceh Tangkap 32 Preman di 15 Lokasi, Sajam dan 195 kwitansi Disita

    Arief Salman
    Jumat, 18 Juni 2021, 07:00 WIB Last Updated 2021-06-18T03:31:37Z
    Banda Aceh - Menindaklanjuti arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, MSi, Polda Aceh melalui Ditreskrimum melakukan tindakan terhadap terduga pelaku premanisme di wilayah hukumnya.

    Hal tersebut diungkapkan Dirkrimum Polda Aceh, Kombes Pol Ade Harianto, MH melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, MSi dalam keterangannya, Rabu (16/6/2021), di Mapolda Aceh.

    Winardy menjelaskan, penindakan yang dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi kegiatan-kegiatan berbentuk premanisme di wilayah hukum Polda Aceh.

    Ia juga merincikan, berdasarkan laporan yang ada, ada beberapa tempat yang diduga marak terjadi praktik premanisme, seperti pasar, tempat keramaian, tempat bongkar muat, tempat wisata, terminal, dan pelabuhan.

    Saat ini, lanjut Winardy, personel Ditreskrimum dan Polres Jajaran sudah melakukan tindakan terhadap praktik premanisme di 15 lokasi.

    Rinciannya, Banda Aceh 8 lokasi, Lhokseumawe 2 lokasi, Aceh Tamiang 2, Aceh Barat 1, dan Subulussalam 2 lokasi kejadian.

    "Sudah 15 titik yang kita tindak dan berhasil mengamankan 32 terduga pelaku dan sejumlah barang bukti,” papar Kabid Humas.

    “Barang bukti yang disita berupa 1 unit kendaraan roda empat, 1 unit kendaraan roda dua, 4 HP, 2 rekaman video di TKP, 1 senjata tajam (sajam), 195 kwitansi, dan uang dengan jumlah Rp 6.142.500," ungkapnya.

    "Terduga pelaku sedang dilakukan pemeriksaan, tapi ada juga yang dibina dan diselesaikan secara restoratif justice, tergantung sejauh mana keterlibatannya," tambah dia.

    Selain itu, Winardy juga mengatakan, pihaknya dan jajaran sampai ke Polsek berkomitmen akan menindak tegas semua praktik premanisme sesuai arahan Kapolri.

    Winardy juga berharap, kerja sama semua pihak untuk melaporkan jika melihat, mengalami, atau bahkan menjadi korban premanisme.

    "Nanti akan kita cari solusi akar masalah premanisme kenapa bisa terjadi? Kemudian kita lakukan penanggulangan masalahnya dari hulu sampai ke hilirnya," ucapnya lagi.

    "Tidak ada ruang untuk premanisme, negara tidak boleh kalah sama preman", tegas Kombes Pol Winardy.(*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini