• Jelajahi

    Copyright © Lentera Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Miliarder AS Siapkan Rp 1,4 Triliun untuk Singkirkan Facebook dan Twitter

    Arief Salman
    Selasa, 29 Juni 2021, 20:46 WIB Last Updated 2021-06-29T13:46:24Z
    Lenteranasional.com - Miliarder asal Amerika Serikat (AS) Frank McCourt berinvestasi US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun untuk membangun ‘internet dasar’. Langkah ini disebut Project Liberty, yang bertujuan mengalahkan dominasi raksasa teknologi seperti induk Instagram, Facebook dan Twitter. 

    Ide dari proyek itu yakni membangun basis data atas koneksi sosial antar-individu dan dapat diakses oleh publik. Ini memungkinkan setiap orang memindahkan catatan percakapan dari satu media sosial ke platform lain.

    Frank akan membangun infrastruktur Decentralised Social Networking Protocol dengan sistem blockchain. Skemanya seperti perdagangan mata uang kripto (cryptocurrency), yakni blockchain dipakai untuk menyimpan informasi token di dompet digital. 

    Dilansir kata data.co.id, “Decentralised Social Networking Protocol ingin melakukan hal serupa, tetapi untuk koneksi sosial,” demikian dikutip dari India Times, Minggu (27/6).

    Jika itu terwujud, maka media sosial akan terintegrasi. Dengan begitu, tidak ada platform yang mendominasi pasar. Facebook misalnya, memiliki jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU) 2,7 miliar per Januari, Rinciannya dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

    10 Perusahaan yang memiliki data pengguna yang paling banyak

    Induk Instagram dan WhatsApp itu pun memiliki banyak data.

    Untuk menjalankan Project Liberty, Frank menunjuk pendiri Sun Basket dan mantan CTO Fandango, Brazton Woodham untuk membangun protokol.

    Miliarder di bidang properti itu juga berkomitmen menyediakan US$ 75 juta untuk institut di Universitas Georgetown di Washington DC dan Science Po di Paris guna meneliti teknologi yang melayani kepentingan umum. 

    Apalagi Project Liberty harus memulai pengembangan teknologi dari awal. “Rencana akhirnya yakni menciptakan produk konsumen sendiri berdasarkan Decentralised Social Networking Protocol yang akan menjadi ekonomi data terbuka dan inklusif di mana individu memiliki, mengontrol, dan memperoleh nilai sosial dan ekonomi yang lebih besar dari informasi pribadi,” demikian isi siaran pers.

    Ide blockchain dalam Project Liberty itu mirip dengan Bluesky, yang sedang dikerjakan oleh pendiri Twitter Jack Dorsey. Jack percaya bahwa grafik sosial berbasis blockchain akan mengurangi taruhan ketika perusahaan swasta membuat kebijakan tentang pengguna.

    Jack menilai bahwa sistem bitcoin berbasis teknologi blockchain merupakan bentuk internet yang sesuai. “Ini memperlihatkan teknologi internet dasar yang tidak dikendalikan atau dipengaruhi oleh individu maupun entitas mana pun. Inilah yang diinginkan internet,” ujar dia.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini